Ditopang Pertumbuhan Kredit dan DPK, Laba Bank IBK Melesat 80%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) sukses menutup tahun lalu dengan kinerja positif. Tercermin dari perolehan laba Perseroan yang melesat 80% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 187 miliar pada 2023.
“Laba bersih tumbuh menjadi sebesar Rp 187 miliar pada tahun 2023, naik 80% dibandingkan tahun sebelumnya (2022) sebesar Rp 103 miliar,” ujar Direktur Bank IBK, Lee Dae Sung, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/2/2024).
Baca Juga
Bukan Laba, Ini Syarat Penting Perusahaan untuk Bisa Melantai di BEI
Naiknya laba, lanjutnya, ditopang oleh sejumlah pos keuangan seperti kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang juga meningkat. Kredit yang disalurkan Bank IBK tumbuh 16,5% atau dari Rp 8,1 triliun pada 2022 menjadi Rp 9,4 triliun.
“Di tengah tantangan makro ekonomi, Perseroan mampu meningkatkan penyaluran kredit sebesar 16,5% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 9,4 triliun” jelas Lee.
Baca Juga
Meski IHSG Melorot 1,2%, Asing Tetap Gencar Net Buy Rp 1,22 Triliun
Tumbuhnya kredit juga dibarengi dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang terjaga dengan baik. Per Desember 2023, NPL gross Bank IBK berada di level 1,48%, sementara untuk NPL nett sebesar 0,95%.
Sementara, DPK yang berhasil dihimpun Bank IBK di tahun lalu sebesar Rp 8,9 triliun atau meningkat 6,13% secara tahunan. Dari sisi liabilitas, DPK juga mengalami peningkatan sebesar 6,13%menjadi Rp 8,9 triliun.

