Ditopang Kenaikan Kredit dan DPK, Laba Bank Sampoerna Meningkat 43% di Kuartal I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) membukukan laba sebesar Rp 26,3 miliar pada kuartal pertama tahun ini, meningkat 43% secara tahunan. Naiknya laba ditopang oleh pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK).
CEO Bank Sampoerna, Ali Rukmijah mengatakan, di kuartal pertama tahun ini pihaknya mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 11,6 triliun atau tumbuh 13,2% dibandingkan periode yang sama 2023 yakni Rp 10,3 triliun.
“Kenaikan tersebut melampaui penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan yang pada periode sama tercatat sebesar 11,8%,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (13/5/2024).
Dari jumlah tersebut, lanjut Ali, mayoritasnya atau sekitar 67% merupakan porsi pinjaman yang disalurkan kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan nilai mencapai Rp 7,8 triliun.
“Pinjaman ke UMKM disalurkan baik secara langsung oleh Bank Sampoerna maupun melalui kerjasama dengan mitra,” kata Ali.
Baca Juga
Laba Bersih Bank Sampoerna Melonjak 129,63%, Cek Faktor Pendorongnya
Penyaluran kredit juga didukung oleh rasio kredit bermasalah Bank Sampoerna yang tercermin dari non performing loan (NPL) gross yang terjaga di level 3,8%, atau masih berada di bawah batas maksimum yang ditentukan regulator yaitu 5%.
Sejalan dengan itu, penghimpunan DPK juga tumbuh 15% dari Rp 11,2 triliun pada kuartal I 2023 menjadi Rp 12,9 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Peningkatan ini juga melampaui peningkatan penghimpunan DPK industri perbankan secara keseluruhan yang pada periode sama tercatat sebesar 7,4%,” kata Ali.
Baca Juga
Kredit Bank Sampoerna Tumbuh 13,2% Jadi Rp 11,4 Triliun Tahun 2023
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna, Henky Suryaputra mengatakan, kinerja keuangan yang baik tersebut didukung pula oleh penerapan prinsip kehati-hatian dan struktur keuangan yang sehat.
“Mengantisipasi adanya kemungkinan kesulitan yang dihadapi debitur pada beberapa kuartal ke depan, pada kuartal pertama 2024 ini Bank Sampoerna meningkatkan beban penyisihan penurunan nilai kredit hingga 35% menjadi Rp 75 miliar,” jelasnya.
Henky melanjutkan, dari sisi rasio keuangan pihaknya juga mencatatkan hasil positif. Misalnya pada rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada di level 28%, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) 90,6%.
“Demikian pula profitabilitas yang cukup baik, ditunjukan dengan rasio imbal ekuitas atau return on equity (ROE) yang naik di level 3,4% dari 2,4%, serta rasio imbal balik aset atau return on asset (ROA) yang mencapai 0,8% atau meningkat dari 0,7%,” jelas Hengky.

