Pelaku Usaha Ini Ungkap Fintech P2P Lending Berdampak Signifikan Menaikkan Penjualan Perusahaan
JAKARTA, investortrust.id - PT Tri Digi Fin (KreditPro) terus memperkuat komitmennya dalam memajukan ekonomi lokal dengan secara konsisten memfasilitasi kebutuhan finansial untuk usaha produktif dalam mendapatkan pinjaman modal secara mudah.
Adapun, bukti dari komitmen platform financial technology peer-to-peer (fintech P2P) lending ini salah satunya adalah dengan memberikan pendanaan kepada salah satu perusahaan dikawasan Jakarta Barat yang bernama PT Jaya Pratama Perkasa (JPP).
Head Risk and Control JPP, Dori mengungkapkan, perusahaan tempat ia bekerja sangat terbantu dengan adanya pendanaan dari platform fintech P2P lending KreditPro.
"Mengenai masalah pemanfaatan dana yang kita peroleh dari KreditPro dan beberapa lain yang mungkin ada ya selain KreditPro, yaitu sangat berguna, bermanfaat bagi kami karena bisnis kami itu pertama harus menyiapkan modal dulu artinya ada biaya operasional yang keluar," ujar Dori saat ditemui oleh awak media dalam acara Media Tour Success Story UMKM Penerima Manfaat Fintech P2P Lending (Part 4) yang digelar oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di kawasan Jakarta Barat, Rabu (24/1/2024).
Baca Juga
AFPI Sebut Kualitas Pembiyaan Fintech P2P Lending Terjaga Berkat Inovasi Teknologi
Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transporter atau penyewaan trucking ke berbagai kota di Indonesia dengan jumlah armada mencapai 600 unit, JPP sangat membutuhkan pinjaman dengan kecepatan dan fleksibilitas yang tinggi.
Lebih lanjut, Dori menyampaikan, pihaknya pertama kali mengajukan pinjaman ke KreditPro pada Agustus 2023 lalu.
Hingga saat ini ia telah mengajukan sebanyak 3 kali putaran pinjaman dengan nominal sebesar Rp 300 juta.
Meskipun tergolong baru dalam menggunakan fintech, namun ia mengaku fintech mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap kenaikan sales perusahaan.
“Kalau bicara mengenai kenaikan sales, sudah pasti bertambah. Saya coba bandingkan apple-to-apple, di tahun 2022 sebelum ada fintech, sales kami ada diposisi Rp 13 miliar. Kami bandingkan dengan tahun dan bulan yang berbeda, sales-nya naik hampir mencapai 60-70%. Otomatis biaya operasional, cost, beban-beban langsung juga bertambah, tetapi secara sales naiknya cukup signifikan,” ungkapnya.
Baca Juga
Asosiasi Fintech Dukung Penertiban Pinjol Kurang Modal, Ini Alasannya
Kemudian, dalam kesempatan yang sama, Credit Risk Manager KreditPro, Yane Yunita menjelaskan, sejak berdiri pada tahun 2018 KreditPro telah menyalurkan pendanaan sebesar Rp 680 miliar kepada lebih dari 3.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Sekitar Rp 680 miliar (yang telah disalurkan), mostly usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM)," katanya.
Selain itu, Yane mengungkapkan, KreditPro selalu berupaya untuk memajukan UMKM di Indonesia, salah satunya dengan membuat produk yang sesuai dengan UMKM.
"Pertama itu tentu kita membuat produk yang sesuai dengan UMKM dari sisi produknya, dari sisi term pembayarannya, kita sesuaikan dengan pola usahanya dia (UMKM)," terangnya.
Baca Juga
AFPI Sebut Fintech P2P Lending Telah Salurkan Pendanaan Rp 700 Triliun Sejak 2016
Kedua, kata Yane, dari sisi syarat pihaknya terus berusaha untuk menyesuaikan dengan kapabilitas UMKM.
"Kaya UMKM nggak mungkin kita meminta laporan keuangan, jadi kita sesuaikan dengan kemampuannya dia. Terakhir, karena kita fintech basisnya teknologi, tentu saja kita juga memperkenalkan atau memfamiliarkan UMKM dengan teknologi, baik dari sistem untuk ekosistem pembayaran, untuk sistem keuangan seperti itu," imbuhnya.
Sebagai informasi, KreditPro telah terdaftar dan resmi berizin usaha di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Berizin KEP -130/D.05/2019 pada tanggal 13 Desember 2019. Sehingga, pelaksanaan kegiatan usahanya diawasi secara ketat oleh OJK.

