Oona Insurance Tak Gentar dengan Prospek Bisnisnya, Meski Produsen Kendaraan Bermotor Bikin Asuransi Sendiri
JAKARTA, investortrust.id - Chief Executive Officer (CEO) Oona Insurance Vincent C Soegianto optimistis prospek kinerja lini bisnis asuransi kendaraan bermotor tetap kuat tahun ini, meski dihimpit berbagai tantangan, termasuk dari perusahaan asuransi umum lainnya yang dimiliki oleh produsen kendaraan.
”Kami masih optimistis bisnis asuranasi kendaraan bermotor tetap kuat tahun ini,” ujarnya, dalam Podcast yang diadakan oleh Investortrust.id, di The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (14/7/2024).
Baca Juga
Sekilas bagi produsen kendaraan bermotor, menurut dia, mengasuransikan produknya di perusahaan asuransi milik sendiri terlihat menguntungkan. Di lain sisi, kebijakan tersebut justru memindahkan risiko dari kantong kiri ke kantong kanan.
“So, like it or not sebenarnya mereka need to spread the risk dan makanya perlu asuransi pihak ketiga,” kata Vincent.
Asuransi pihak ketiga yang dimaksud, lanjutnya, bisa pada perusahaan asuransi lain yang terafiliasi juga dengan konglomerasinya maupun perusahaan asuransi netral. “Tentunya mereka lebih menyukai asuransi yang neutral seperti kita,” jelasnya.
Baca Juga
Menurut Vincent, untuk menggarap potensi tersebut harus diiringi dengan finansial yang kuat. Hal ini tercermin dari rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) minimum yang telah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
“Kita sudah 700%. Jadi we are way over capitalize, jadi kalau deal sama kita jangan takut tidak dibayar karena our capital is strength,” ucapnya.

