Nilai Tukar Rupiah Masih Berpotensi Menguat, Cek Sentimen Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan sebesar 40 poin ke level Rp 15.635 pada perdagangan hari ini, Senin (12/02/2024). Sebelumnya rupiah mengalami penguatan sebesar 45 poin ke level Rp 15.595.
Sedangkan untuk perdagangan besok (13/02/2024), mata uang rupiah diperkirakan akan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 15.550 – Rp 15.630.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi memperkirakan penguatan rupiah terutama didorong oleh sentimen internal, seiring pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05% pada tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi diyakini berlanjut pada tahun 2024.
Baca Juga
Terendah dalam 13 Tahun Terakhir, Target Harga Saham Unilever (UNVR) Dipangkas
Sebelumnya, International Monetary Fund (IMF) dan World Bank memproyeksikan, ekonomi Indonesia akan cenderung resilien dan pertumbuhan ekonomi diperkirakan solid. Selain itu, pelaksanaan pemilihan umum yang akan dilaksanakan serentak di Indonesia pada 14 Februari 2024 dapat menimbulkan dampak positif pada ekonomi.
“Pertumbuhan tersebut, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang terus meningkat. Secara umum, hingga akhir 2023 kinerja ekonomi Indonesia masih relatif baik. Ketahanan ekonomi domestik cukup kuat dan inflasi Indonesia tercatat rendah dibandingkan negara-negara lain,” ungkap Ibrahim Assuaibi dalam riset yang dikutip, Senin (12/02/2024).
Baca Juga
Soal Spin Off, Empat Objek Ini Jadi Fokus Due Diligence UUS BTN
Adapun faktor eksternal yang mempengaruhi menguatnya rupiah dan melemahnya dolar adalah adanya prediksi penurunan inflasi yang akan dipaparkan pada data CPI untuk Bulan Januari.
Selain itu, Ibrahim memperkirakan menurunnya spekulasi mengenai pelonggaran moneter lebih awal oleh The Fed telah memukul mata uang Asia dalam beberapa sesi terakhir, yang membuat dolar berada dalam jangkauan puncaknya dalam 3 bulan.

