AAUI Update Kinerja Produk Paydi, Kontribusinya Masih Minim!
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan mengungkapkan, hingga saat ini kontribusi dari penjualan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) oleh perusahaan asuransi umum belum signifikan terhadap total pendapatan premi.
“Tapi kalau dilihat dari statistiknya sih belum signifikan, karena PAYDI sendiri di asuransi jiwa kan lagi kontraksi, belum reborn dan mereka masih berhati-hati,” ujarnya, menjawab pertanyaan investortrust.id, di Jakarta, Selasa, (28/11/2023).
Baca Juga
Tumbuh 6,5%, Reasuransi Himpun Premi Rp 15,63 Triliun di Kuartal III-2023
Sama seperti di asuransi jiwa, lanjut Budi, teman-teman di industri asuransi umum tentunya juga berhati-hati dalam memasarkan PAYDI. Karena, dalam mekanisme PAYDI terdapat pihak ketiga yang dibutuhkan untuk melakukan re-investment ulang untuk jangka panjang dan pendek.
Menurut Budi, sejauh ini sudah ada dua perusahaan asuransi umum yang telah memasarkan PAYDI, yaitu Asuransi Bintang dan Asuransi Sinar Mas.
Baca Juga
AAUI: ‘Hardening Market’ Asuransi Bisa Berlanjut Tiga Tahun ke Depan
“Sejauh ini baru dua perusahaan yang memasarkan PAYDI, tapi saya belum melihat secara utuh tingkat produktivitas atau produksinya itu signifikan atau tidak,” terang Budi. (CR-13)

