Industri Pengolahan Penopang Utama Pertumbuhan Ekonomi 5,12% di Kuartal II-2025, Begini Kontribusinya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap penopang utama pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 sebanyak 5,12% secara tahunan. Kenaikan tertinggi sejak kuartal III-2023 tersebut dkontribusikan pertumbuhan lima lapangan usaha, yaitu industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
“Total kelima lapangan usaha tersebut berkontribusi sebanyak 63,59% terhadap PDB sepanjang kuartal II-2025,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Distribusi industri pengolahan menyumbang 18,67% dengan pertumbuhan mencapai 5,68% secara tahunan. Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 dengan besaran 1,13%. Tiga industri yang menopang pertumbuhan industri pengolahan yaitu industri makanan dan minuman, logam dasar, serta kimia, farmasi, dan obat tradisional.
Baca Juga
Industri makanan dan minuman tumbuh 6,15% didorong peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Misalnya, produk CPO, minyak goreng, minuman, dan makanan olahan lainnya.
Industri logam dasar mampu tumbuh 14,91% terdorong peningkatan permintaan luar negeri, seperti produk besi dan baja. Sementara itu, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 9,39% sejalan dengan peningkatan permintaan domestik untuk produk farmasi dan obat tradisional. “Serta permintaan luar negeri untuk bahan dan barang kimia,” kata dia.
Dari sisi sektor usaha pertanian, terjadi perlambatan pertumbuhan. Sektor yang memiliki distribusi sebesar 13,83% ini mampu tumbuh 1,65% secara tahunan atau terjadi perlambatan, dibandingkan kuartal II-2024 yang sebesar 3,25% secara tahunan.
Kondisi ini terjadi akibat pergeseran musim panen. “Panen tahun lalu tersebar di kuartal II-2024, dibandingkan dengan tahun ini kuartal I-2025 menjadi waktu panen terbanyak,” ujar dia.
Baca Juga
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 0,96%, Terdorong Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi
Lapangan usaha perdagangan meningkat sebesar 5,37% secara tahunan. Sektor yang memiliki kontribusi sebesar 13,02% ini mengalami kenaikan karena aktivitas barang-barang domestik dan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Sektor konstruksi pada kuartal II-2025 tumbuh sebesar 4,98%. Pertumbuhan ini sejalan dengan aktivitas konstruksi yang dibiayai oleh swasta dan rumah tangga. “Yang terlihat dari peningkatan indeks nilai konstruksi,” kata dia.
Selain itu, sektor konstruksi yang naik juga terlihat dari peningkatan impor bahan baku konstruksi dan realisasi pengadaan semen. Sektor pertambangan tumbuh 3,17%. Sektor ini memiliki distribusi sebesar 8,78%.
Baca Juga
Gen Z & Y Hanya Kuasai 3% Aset di Pasar Modal, Kaum Lansia 53%
Tiga sektor yang mampu tumbuh tinggi pada kuartal II-2025 yaitu transportasi dan pergudangan, akomodasi dan makanan dan minuman, serta jasa lainnya. Secara tahunan, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 9,56%, sektor akomodasi dan makanan dan minuman tumbuh 10,17%, serta sektor jasa lainnya tumbuh 8,85%.
Tumbuh tingginya sektor transportasi dan pergudangan ini terjadi karena meningkatnya mobilitas penduduk selama liburan. Ini terkonfirmasi karena terjadi peningkatan wisatawan nusantara yang luar biasa dibandingkan 2024.
Mobilitas wisatawan meningkat sebesar 22,32%. Sementara itu, wisatawan nusantara meningkat 13,96%. “Jadi perjalanan yang cukyp tinggi inilah yang memerlukan sarana transportasi dan menjadi penyebab transportasi tumbuh cukup tinggi,” ujar dia.

