Pertumbuhan Ekonomi 5,05% Kuartal II, Industri Pengolahan 3,95%
JAKARTA, investortrust.id - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2024 sebesar 5,05% secara tahunan, di tengah ketidakpastian global. Capaian ini turun dibanding kuartal I lalu sebesar 5,11% year on year.
“Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2024, bila dibandingkan triwulan II-2023 atau secara year on year (yoy) tumbuh sebesar 5,05%. Pada semester I-2024, ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,08%, ditopang oleh aktivitas perekonomian domestik yang tetap kuat,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Moh Edy Mahmud di kantornya, Jakarta, Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Sementara itu, kata Edy, jika dibandingkan secara kuartalan (quarter to quarter), perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 3,79%.
Pertumbuhan Berdasarkan Lapangan Usaha
Edy mengatakan, berdasarkan PDB pada kuartal-II 2024 atas harga berlaku tercatat sebesar Rp 5.536,5 triliun. Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) kuartal II atas harga konstan sebanyak Rp 3.231 triliun.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal-II 2024 ditopang seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif. Namun, sejumlah sektor tumbuh di bawa 5% yoy, yakni Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pertambangan dan Penggalian; Industri Pengolahan; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Real Estat; Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib; serta Jasa Pendidikan.
Baca Juga
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Maluku dan Papua Capai 8,45% Kuartal II
Sedangkan lapangan usaha yang pertumbuhannya di atas 5% adalah Pengadaan Listrik dan Gas; Konstruksi; Transportasi dan Pergudangan; Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; Jasa Perusahaan; Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; serta jasa lainnya.
Edy Mahmud mengatakan lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 ditopang oleh seluruh lapangan usaha, dengan lima lapangan usaha menjadi penyokong utama ekonomi RI pada kuartal II yakni Industri Pengolahan, Pertanian, Perdagangan, Konstruksi, dan Pertambangan. Lima sektor ini kontribusinya terhadap PDB sekitar 63,7%..
"Distribusi PDB ke lapangan usaha Industri Pengolahan terbesar, yakni 18,52%, dengan pertumbuhannya mencapai 3,95%. Berikutnya lapangan usaha Pertanian sebesar 13,78% dengan pertumbuhan 3,25%, sektor perdagangan sebesar 12,99% dengan pertumbuhan 4,86%, konstruksi sebesar 9,63% dengan pertumbuhan 7,29%, serta pertambangan sebesar 8,78% dengan pertumbuhan 3,17%," ucapnya.
Ia menjelaskan lebih lanjut, pada kuartal II-2024, sektor lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Pergudangan, serta Jasa Lainnya. Sektor Akomodasi dan Makan Minum tumbuh tinggi sebesar 10,17% secara tahunan, ditopang oleh adanya acara berskala nasional dan internasional.
Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 9,56% secara tahunan. Sektor transportasi dan pergudangan ini ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat, seiring hari besar keagamaan, cuti bersama, dan libur sekolah. Selain itu, ditopang oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.
Sedangkan sektor jasa lainnya tumbuh sebesar 8,45% secara tahunan. BPS mencatat sektor ini tumbuh karena peningkatan jumlah kunjungan ke tempat rekreasi.
Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga 4,93%
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, yang tumbuh di bawah 5% adalah Konsumsi Rumah Tangga sebesar 4,93%; Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1,42%, Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi 4,43%;
Sedangkan yang tumbuh di atas 5% adalah Ekspor Barang dan Jasa mencapai 8,28% dengan dikurangi Impor Barang dan Jasa 8,57%, serta Pengeluaran Konsumsi LNPRT 9,98%.
Pertumbuhan Ekonomi Maluku-Papua 8,45%
Edy juga menjelaskan, seluruh wilayah di Tanah Air mengalami pertumbuhan ekonomi positif pada kuartal II-2024. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Maluku dan Papua tertinggi mencapai 8,45%.
“Kalau kita lihat secara spasial, pertumbuhan ekonomi terjadi di seluruh wilayah. Wilayah Bali dan Nusra serta Maluku dan Papua menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang menguat pada kuartal II-2024 dibandingkan kuartal II-2023. Pertumbuhan ekonomi di dua wilayah ini lebih tinggi dibandingkan empat wilayah lain,” kata Edy.
Edy mengatakan, selain Bali dan Nusra serta Maluku dan Papua, pertumbuhan ekonomi di wilayah Kalimantan dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku dan Papua serta Sulawesi terutama didorong oleh industri pengolahan. Sementara, pertumbuhan di wilayah Bali dan Nusra didorong oleh sektor pertambangan dan penggalian.
"Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan sebesar 5,22% secara tahunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sulawesi sebesar 6,07% secara tahunan. Sementara, Bali dan Nusra tumbuh 6,84% secara tahunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Maluku dan Papua sebesar 8,45%," ujar dia.
Pertumbuhan ekonomi di Jawa tercatat 4,92%. Sedangkan pertumbuhan di Sumatera sebesat 4,48%.
Kontribusi Terbesar Jawa 57,04%
Sementara itu, berdasarkan kontribusinya, wilayah Jawa terbesar mencapai 57,04% pada kuartal II-2024. Kontribusi terbesar kedua tercatat Pulau Sumatera sebesar 22,08%.
Berikutnya adalah Kalimantan sebesar 8,18% dan Sulawesi 7,16%. Kemudian, Bali dan Nusra berkontribusi sebesar 2,84% serta Maluku dan Papua 2,70%.

