Ini Dia 7 Program Hasan Fawzi Menuju Kursi Komisioner OJK
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar proses uji kelayakan (fit and proper test) calon Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Senin (10/7/2023). Empat nama yang mengikuti uji kelayakan adalah Hasan Fawzi, Agusman, Adi Budiarso, dan Erwin Haryono.
Hasan Fawzi dan Erwin Haryono bersaing untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Sedangkan Agusman dan Adi Budiarso menjadi kandidat untuk posisi Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Jasa Keuangan.
Hasan Fawzi dikenal punya latar belakang yang kuat di bidang teknologi informasi, terutama di lingkup industri keuangan dan pasar modal. Sebelum mengemban jabatan sebagai direktur pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Hasan meniti karier dari bawah di PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Sempat menjabat sebagai orang nomor satu di KPEI, Hasan kemudian diangkat menjadi direktur BEI.
Dengan pengalaman yang panjang di bidang yang kental dengan pengembangan dan pengawasan teknologi pasar modal, Hasan memaparkan tujuh program sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap anggota DK OJK periode 2023-2028.
“Untuk dapat mencapai visi, misi dan tujuan strategis OJK di sektor yang baru ini , saya mengajukan 7 strategi beserta agenda program prioritas yang perlu dijalankan dalam kurun waktu lima tahun ke depan 2023-2028 dengan nama INOVASI,” ujar Hasan di hadapan Komisi XI DPR RI.
Poin pertama dalam upaya menyongsing era baru keuangan digitall adalah investor & customer protection. Penekanan poin ini pada perlindungan investor dan konsumen industri teknologi sistem keuangan atau ITSK, Aset Keuangan Digital (AKD), dan Aset Kripto (AK).
Program kedua, Hasan berjanji mendorong upaya normalisasi pengaturan dan pengawasan OJK. Sasarannya inovasi dalam pengembangan. Program literasi, inklusi, dan pemanfaatan ITSK, AKD, dan juga AK, menurut Hasan masih sangat strategis. Poin ini pun dirumuskan sebagai agenda penting ketiga menuju era baru industri keuangan digital.
Pada poin keempat, Hasan berjanji mendorong pengembangkan ITSK, AKD dan AK dalam konteks pengembangan digital innovation hub, ekosistem, dan kelembagaan. Aspek penting pada tahap ini berkaitan dengan infrastruktur yang kuat, percepatan, pengadaan, perluasan keuangan digital, serta modernisasi infrastruktur.
Program kelima berupa upaya percepatan pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi baru. Sedangkan strategi keenam mendorong sinergi dan kolaborasi dengan bersama membangun industri.
Aspek integritas pasar, pengembangan ekosistem industri, transformasi kelembagaan tak luput dari perhatian Hasan."Terakhir, integritas pasar, pengembangan ekosistem industri, transformasi kelembagaan (Tata Kelola, SDM dan Teknologi)," terang Hasan.

