Soal Wacana Penaikan BI-Rate, Bos BCA: Suku Bunga Kredit Tidak Perlu Ikut Naik
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan respons terkait peluang Bank Indonesia (BI) untuk menaikan suku bunga acuan, demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, jika BI menaikan suku bunga acuan, maka BCA tidak serta merta akan langsung mengerek suku bunga kredit atau pinjaman.
Adapun, kata Jahja, kebijakan tersebut harus melihat situasi kondisi dari masing-masing bank.
Baca Juga
"Kalau likuiditas kita masih baik ya, saya pikir nggak perlu semerta-merta kita ikuti suku bunga BI, jadi nggak harus kita ikuti 100%. Tentu kita harus melihat lihat kondisi masing-masing. Kalau memang kita butuhkan, tentu kita akan ikut naikan, apakah deposito dinaikan. Nah, kalau kita rasakan masih cukup, ya tentu hal ini tidak kita akukan," ujar Jahja dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja PT Bank Central Asia Tbk Triwulan I 2024 secara virtual, Senin (22/4/2024).
Meski demikian, Jahja tidak mengelak jika ada kemungkinan pihaknya menaikkan suku bunga jika biaya dana atau cost of fund terus mengalami peningkatan.
"Kalau memang kenaikan BI rate menyebabkan DPK (Dana Pihak Ketiga) kita harus menaikkan cost, mau tidak mau pinjaman akan terdorong ikut naik," jelasnya.
Untuk diketahui, dan pihak ketiga (DPK) BCA naik 7,9% (year on year/yoy) menyentuh Rp 1.121 triliun per Maret 2024. Dana giro dan tabungan (CASA) tumbuh sekitar 7,3% mencapai Rp 904,5 triliun.
Solidnya pertumbuhan CASA selaras dengan total volume transaksi BCA yang naik 20,8% mencapai 8,3 miliar pada kuartal I 2024.
Baca Juga
PMI-BI 52,80% Triwulan I, Kinerja Industri Pengolahan Meningkat
Sebagai informasi, BCA dan entitas anak mencatatkan laba bersih sebesar Rp 12,9 triliun pada triwulan I 2024 atau tumbuh 11,7% secara tahunan (yoy)
Di mana, peningkatan laba bersih di triwulan I-2024 didukung oleh ekspansi pembiayaan yang dilsalurkan, perbaikan kualitas pinjaman secara konsisten, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
