Visa Ungkap 4 dari 13 Kategori Masyarakat Gunakan Pembayaran Digital di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia (Visa Indonesia), Riko Abdurrahman menyatakan, 4 dari 13 merchant category (MCC) menjadi kategori yang paling diminati oleh masyarakat dalam melakukan transaksi secara digital. Di mana 4 kategori tersebut adalah pendidikan (47%), perjalanan ke luar negeri (39%), Pembayaran tagihan (50%), dan gaming (38%).
“Jadi yang digital payment sudah lebih besar itu di pendidikan, perjalanan ke luar negeri, bayar tagihan, dan gaming,” kata Riko saat pemaparan hasil studi tahunan yakni Consumer Payment Attitudes Study (CPAS) 2023 di Grand Hyatt, Jakarta Pusat pada Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Gandeng Komunitas Masjid, BSI Dorong Literasi Pembayaran Digital Selama Ramadan
Adapun, lanjut Riko, metode pembayaran tunai tetap paling besar di beberapa kategori seperti pom bensin sebesar 67%, minimarket atau toko serba ada 63%, makanan dan minuman 60%, dan transportasi umum 54%.
“Bensin yang masih besar sekali, 67% masih pakai cash (tunai). Walaupun di (pom bensin) Pertamina, Shell dan pom bensin lainnya sudah terima pembayaran pakai kartu (cashless), tapi orang masih pakai cash,” ujar dia.
Saat ini Visa Indonesia mencatatkan sales volume sebesar US$ 15,1 triliun secara global, dan juga memiliki total transaksi sebesar Rp 283,2 miliar di lebih dari 130 juta merchant. Visa juga telah bekerja sama dengan 14.500 institusi keuangan di 200 negara berbeda, serta telah mencetak 4,3 miliar kartu untuk customer ataupun nasabah di seluruh dunia.

