Gandeng e-wallet di Indonesia dan Asia Tenggara, Visa Punya Pilihan Pembayaran Digital
JAKARTA, Investortrust.id – Visa mendukung perjalanan Asia Tenggara menuju masyarakat nontunai di tengah meningkatnya penggunaan dompet digital/e-wallet di kawasan ini. Visa menambahkan pilihan konsumen yang memungkinkan pemegang kartu untuk menggunakan kartu mereka secara langsung di beragam merchant atau e-wallet seperti DANA di Indonesia.
Vira Widiyasari, Country Manager Visa Indonesia, mengatakan, riset Visa menemukan bahwa di Indonesia, 92% responden yang disurvei telah menggunakan e-wallet mereka dalam 12 bulan terakhir .
“Kemitraan kami dengan e-wallet di Indonesia memungkinkan pemegang kartu Visa untuk membayar melalui e-wallet mereka dengan sumber dana kartu yang diterbitkan di Indonesia. Kemitraan ini juga memberikan konsumen lebih banyak pilihan dan mendukung usaha kecil dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam menerima pembayaran,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (28/8/2024).
Di Indonesia, pemegang kartu Visa dapat menyimpan kredensial mereka di dompet DANA dan menggunakannya sebagai sumber dana e-wallet saat membayar melalui QRIS di merchant pilihan mereka.
Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia menyambut baik kemitraan dengan berbagai pihak dalam ekosistem ekonomi digital, termasuk Visa. Kemitraan ini menurutnya membuka akses keuangan digital seluas mungkin bagi seluruh masyarakat Indonesia, dan menciptakan masyarakat nontunai Indonesia yang sehat secara finansial.
Di Asia Tenggara, Visa juga telah menjalin kemitraan dengan MoMo, VNPAY, dan ZaloPay dari Vietnam, serta Maya dan GrabPay di Filipina untuk menyediakan opsi pendanaan e-wallet yang mudah dan nyaman. Hal ini sesuai dengan studi Consumer Payment Attitudes terbaru dari Visa yang menunjukkan bahwa lebih dari seperempat pengisian dana/top-up ke dalam e-wallet terjadi melalui rekening bank atau kartu kredit dan debit. Kerja sama ini akan menyederhanakan transaksi, di mana pelanggan tak lagi perlu memasukkan data-data sumber dananya berulang kali ke e-wallet mereka.
Riset Visa sebelumnya juga mendukung tren ini, di mana terlihat bahwa selama paruh pertama tahun 2023, satu dari tiga responden mengajukan permohonan kartu baru, dengan 43% termotivasi oleh keinginan untuk mengintegrasikan kartu-kartu ini ke dalam e-wallet. Hal ini menyoroti konvergensi dan koeksistensi yang terus meningkat antara kartu dan e-wallet.
Meskipun sebagian besar pembayaran dilakukan dari saldo e-wallet yang sudah ada, survei Green Shoots Radar terbaru Visa menemukan bahwa 29% konsumen di Indonesia, 24% di Filipina, dan 39% di Vietnam menggunakan kartu mereka sebagai sumber pendanaan e-wallet. Para responden menyebutkan bahwa kenyamanan, kemampuan untuk melacak pengeluaran, kemudahan, dan keamanan merupakan beberapa faktor utama yang membuat mereka memilih mengisi saldo e-wallet mereka menggunakan kartu.

