Prospek Masih Positif, Begini Strategi Zurich Genjot Bisnis Asuransi Kesehatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk optimistis bisnis asuransi kesehatan masih memiliki prospek positif ke depan. Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan menjadi peluang bagi perusahaan untuk terus mengembangkan lini bisnis tersebut, di tengah tantangan kenaikan inflasi medis.
Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Musi Samosir mengungkapkan, kontribusi premi asuransi kesehatan Zurich saat ini telah mendekati Rp 1 triliun. Capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan signifikan seiring implementasi strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnis asuransi kesehatan.
“Untuk kontribusi premi dari asuransi kesehatan em posisi terakhir di Zurich sudah hampir Rp 1 triliun preminya. Jadi salah satu fokus dari Zurich memang, makanya pertumbuhannya signifikan,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Konferensi Pers 35 Tahun Zurich Indonesia, di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Meski begitu, Musi menyatakan bahwa asuransi kesehatan bukan satu-satunya fokus Zurich. Lini asuransi kendaraan bermotor dan asuransi harta benda tetap menjadi bagian penting dari portofolio perusahaan.
Menurutnya, prospek asuransi kesehatan masih terbuka lebar mengingat kebutuhan perlindungan kesehatan bersifat luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Zurich ingin mengambil peran lebih besar dalam menjaga keberlanjutan ekosistem layanan kesehatan (healthcare ecosystem).
Untuk itu, strategi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pembayaran klaim dan peningkatan kualitas layanan. Zurich ingin juga mulai memperkuat pendekatan yang berfokus pada pencegahan penyakit (prevention), kesehatan dan kesejahteraan (wellbeing), serta ketahanan kesehatan (resilience).
Musi mengatakan, perusahaan ingin mendorong masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan sebelum jatuh sakit, termasuk mengalokasikan pengeluaran untuk upaya pencegahan dan menjaga kebugaran.
Baca Juga
Studi Zurich Sebut Resilience Jadi Modal Baru Perusahaan Hadapi Tantangan Dunia Kerja
“Zurich tidak hanya fokus pada klaim saja. Tentu saja tetap penting klaim, layanan, kapabilitas kita di sana, dan kerja sama kita dengan partner. Tapi bagaimana juga Zurich tidak meninggalkan aktivitas-aktivitas dan implementasi strategi di area prevention, wellbeing, dan resilience,” katanya.
Musi menambahkan, kebutuhan nasabah terhadap asuransi kesehatan kini juga mulai berkembang. Nasabah tak hanya mengharapkan kemudahan dan kecepatan pembayaran klaim ketika sakit, tapi juga menginginkan manfaat tambahan agar dapat menjaga kesehatan dan mengurangi risiko jatuh sakit.
Setali tiga uang, Country Manager Zurich Indonesia dan Direktur PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara mengatakan, pihaknya tengah membangun ekosistem wellbeing yang terintegrasi. Pendekatan ini dilakukan agar upaya menjaga kesehatan tak sekadar berupa kegiatan atau aktivitas sesaat.
Menurutnya, Zurich memulai pengembangan ekosistem tersebut melalui penguatan aplikasi keanggotaan yang mendorong penerapan gaya hidup sehat. Selanjutnya, berbagai kapabilitas pendukung akan diintegrasikan untuk membangun kebiasaan dan budaya hidup sehat di kalangan nasabah.
“Preventivemeasure itu bukan sekedar activity based aja gitu. Jadi dari kegiatan wellness activity yang scattered, kita jadi kayak wellbeing ecosystem yang integrated,” ucap Edhi.
Ia mencontohkan, Zurich telah menghadirkan aplikasi LiveWell yang menjadi salah satu fondasi pengembangan ekosistem tersebut. Ke depan, perusahaan akan menambahkan berbagai kapabilitas yang terhubung dengan aplikasi itu untuk mendukung gaya hidup sehat nasabah.
