Kelas Menengah Makin Rentan, Ligwina Hananto Soroti Ancaman Krisis Finansial Personal
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kerentanan finansial rumah tangga tidak melulu sejalan dengan kondisi ekonomi nasional. CEO & Lead Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto mengingatkan, masyarakat bisa mengalami krisis keuangan personal meski perekonomian Indonesia belum masuk jurang resesi.
Menurutnya, krisis finansial setiap orang memiliki pemicu dan tingkat tekanan yang berbeda. Meski kondisi ekonomi nasional masih tumbuh, tidak otomatis mencerminkan kemampuan setiap rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Tapi harus diingat krisis personal tiap orang beda-beda ya, sehingga ketika ekonomi secara general enggak krisis, mungkin personally ada orang yang sudah mengalami krisis (lebih dulu),” ujar Ligwina pada konferensi pers Go Beyond Finance Festival di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Perencana keuangan itu menilai bahwa kepercayaan publik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga optimisme ekonomi. Masyarakat membutuhkan keyakinan terhadap arah kebijakan dan upaya pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga
Rayakan 23 Tahun, QM Financial Gelar Go Beyond Finance Festival
“Kita butuh sekali pemerintah menunjukkan upaya untuk kepercayaan publik,” tegasnya.
Wanita yang berprofesi sebagai komika itu juga menyoroti risiko bencana ekologis yang dapat menambah tekanan ekonomi rumah tangga. Kerusakan lingkungan berpotensi meningkatkan biaya kesehatan, mengganggu rantai pasok, serta memukul sektor pertanian dan distribusi komoditas.
Ligwina mencontohkan distribusi kopi Gayo yang sempat terhenti selama dua bulan akibat banjir besar di Sumatra. Gangguan tersebut memperlihatkan bahwa bencana lingkungan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap pendapatan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
"Apakah kita berada di ambang bencana ekologis? Bukan, kita justru sudah berada di dalam bencana ekologis,” tegasnya.
Oleh sebab itu, Ligwina menilai risiko tersebut perlu diperhitungkan dalam melihat prospek ekonomi ke depan, termasuk pada 2027. Di tengah berbagai ketidakpastian, ketahanan finansial rumah tangga menjadi hal penting agar masyarakat lebih siap menghadapi tekanan ekonomi.
