Tugu Insurance (TUGU) Catat Pertumbuhan Premi Energi Offshore 75% di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) mencatatkan pertumbuhan premi untuk lini bisnis energi offshore sebesar 75% pada semester I 2026.
Corporate Secretary Tugu Insurance Dudi Subekti mengungkapkan, peningkatan aktivitas hulu migas berdampak langsung terhadap meningkatnya kebutuhan perlindungan asuransi.
“Sektor hulu migas memiliki karakteristik investasi bernilai besar dengan proses operasional yang kompleks serta risiko keselamatan dan lingkungan yang tinggi,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jumat (30/10/2026).
Baca Juga
Asuransi Tugu (TUGU) Kantongi Restu Ubah Skema ‘Spin Off’ Unit Syariah
Ia optimistis, prospek bisnis asuransi energi di Indonesia di tahun ini akan tetap cerah seiring meningkatnya aktivitas sektor migas. Kondisi itu juga berpotensi mendorong pertumbuhan premi industri asuransi umum, khususnya pada lini asuransi energi offshore.
“Oleh karena itu, perlindungan asuransi menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko industri tersebut, mulai dari potensi kecelakaan, kerja, kerusakan peralatan, hingga risiko dampak lingkungan,” kata Dudi.
Menurutnya, isu perlindungan aset menjadi semakin relevan di tengah dinamika industri asuransi umum. Data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menunjukkan, premi lini bisnis energi offshore naik 2,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 932 miliar pada semester I 2026.
Sebagai anak usaha dari PT Pertamina (Persero), lanjut Dudi, Tugu Insurance menilai sektor energi masih akan menjadi motor utama pertumbuhan bisnis. Didorong oleh pengalaman panjang dalam menangani risiko-risiko besar di sektor migas, marine hull, hingga aviation.
“Kami memiliki rekam jejak yang kuat di lini bisnis ini, serta fokus pada pengelolaan risiko komersial, kebakaran, dan industri energi,” katanya.
“Hal tersebut juga menjadi keunggulan kami dalam mendukung kebutuhan proteksi sektor energi nasional,” lanjut Dudi.
Baca Juga
Laba Tugu Insurance (TUGU) Diproyeksi Tumbuh 10%, Investasi Migas Jadi Katalis
Sejalan dengan itu, Tugu Insurance juga menunjukkan kinerja positif pada paruh pertama 2026. Tercermin laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang tumbuh 76,87% (yoy) menjadi Rp 480,29 miliar.
Perusahaan berkode saham TUGU ini juga mencatatkan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp 4,45 triliun, naik 16,3% (yoy). Lalu, hasil jasa asuransi tercatat Rp 602,95 miliar atau tumbuh 85,56%.
“Kami berkomitmen untuk menjaga kesinambungan bisnis, memenuhi tanggung jawab kepada para pemangku kepentingan, serta mendorong terciptanya nilai jangka panjang melalui pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ucap Dudi.
