Laba Bersih Danamon (BDMN) Tumbuh 19% Jadi Rp 3,5 Triliun di Kuartal III 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Realisasi tersebut tumbuh 19% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan kredit dan trade finance konsolidasian sebesar 13% yoy menjadi Rp232,6 triliun per 30 September 2026. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito meningkat 12% yoy menjadi Rp190,5 triliun.
Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki mengatakan, perseroan akan tetap berfokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat, menjaga kualitas aset, dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga
Terintegrasi MUFG, Bank Danamon Bidik Pertumbuhan dari Korporasi hingga UMKM
“Tahun ini, Danamon merayakan perjalanan tujuh dekade dengan mengusung semangat ‘Tumbuh Bersama di Setiap Langkah’. Pencapaian ini tidak hanya menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan yang telah kami lalui, tetapi juga menandakan kesiapan kami untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya. Dengan menggabungkan dukungan kekuatan jaringan global MUFG sebagai induk perusahaan serta jaringan lokal yang luas dari Danamon, Adira Finance, dan Home Credit Indonesia, kami terus berkolaborasi untuk menghadirkan kekuatan grup yang bernilai semakin besar bagi nasabah, mitra usaha, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat Indonesia. Didukung oleh fondasi finansial yang kuat dan penerapan manajemen risiko yang disiplin, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika ekonomi dan pasar serta menjalankan strategi bisnis secara prudent dan terukur," ujarnya dalam siaran pers, Kamis (29/10/2026).
Dari sisi penyaluran pembiayaan, segmen Enterprise Banking and Financial Institution mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 20% yoy. Kredit segmen SME Banking tumbuh 9%, Consumer Banking meningkat 5%, sedangkan pembiayaan melalui anak perusahaan Danamon naik 7%.
Dari sisi pendapatan, Danamon membukukan pendapatan operasional sebesar Rp19 triliun, tumbuh 5% yoy. Perseroan juga mencatatkan penurunan biaya kredit sebesar 5% yoy, yang turut mendukung peningkatan laba bersih.
Danamon mencatatkan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) sebesar 8% sepanjang periode tersebut.
Baca Juga
Kualitas aset juga menunjukkan perbaikan. Rasio Loan at Risk (LAR) turun 190 basis poin menjadi 7,7% per 30 September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio cakupan kredit bermasalah (non-performing loan coverage ratio) tercatat sebesar 282%.
Danamon menyatakan akan terus mencermati perkembangan ekonomi dan kondisi pasar dengan menjalankan strategi bisnis secara terukur, menjaga kualitas aset, serta mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
