Laba Bersih Danamon (BDMN) Tumbuh 14% Jadi Rp 4 Triliun di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun lalu. Buktinya, laba bersih konsoldiasian tumbuh 14% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4 triliun pada 2025.
Chief Financial Officer Danamon Theresia Adriana Widjaja mengungkapkan, pertumbuhan laba bersih pihaknya didorong oleh peningkatan pendapatan, pengelolaan bisnis yang baik, serta didukung perbaikan pada biaya kredit atau cost of credit sebesar 10% (yoy).
“Informasi keuangan yang dipaparkan ini turut memperhitungkan dampak dari penggabungan usaha antara PT Mandala Finance Tbk (MFIN) dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) yang efektif pada tanggal 1 Oktober 2025 lalu,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Full Year 2025 Danamon, Kamis 19/2/2026).
Sehingga, lanjut Theresia, laporan kinerja keuangan tahun 2025 yang disampaikan terdapat perbedaan apabila dibandingkan dengan laporan keuangan 2024 yang sebelumnya sudah dipublikasi.
Ia menjelaskan, capaian laba bersih tersebut salah satunya juga didorong oleh total kredit dan trade finance secara konsolidasi yang tumbuh 9% (yoy) menjadi Rp 212,7 triliun pada 2025.
Baca Juga
Danamon-Adira Finance Dukung Target Penjualan Mobil 850 Ribu Unit di IIMS 2026
“Pertumbuhan dalam sisi kredit ini ditopang oleh pertumbuhan kredit seluruh lini bisnis, enterprise banking, financial institution, SME (small, medium, and enterprise) banking, consumer banking, dan Adira Finance,” kata Theresia.
Di sisi bersamaan, Danamon juga berhasil menjaga rasio kredit macet berada di level terjaga. Tercermin dari non performing loan (NPL) bruto yang berada di angka 1,7% atau jauh diambang batas maksimum yang ditentukan regulator yaitu 5%.
Sementara dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga Danamon secara konsolidasi tumbuh 16% (yoy) mencapai Rp 176,9 triliun. Dari jumlah tersebut, dana murah atau current account and saving account (CASA) tumbuh 18% (yoy) menjari Rp 75,2 triliun pada 2025.
Dari sisi rentabilitas, lanjut Theresia, Danamon membukukan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) secara konsolidasi sebesar 7,7%. Bank juga berupaya mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnisnya, tercermin dari kualitas asetnya dengan rasio cakupan likuiditas atau liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 158,9%.
Sementara, kinerja Danamon jika tidak memperhitungkan dampak dari penggabungan usaha antara Adira Finance dan Mandala Finance, yaitu total kredit dan trade finance per 31 Desember 2025 sebesar Rp 206,9 triliun atau tumbuh 9% (yoy).
“Kemudian untuk DPK tumbuh 15% (yoy) mencapai Rp 176,9 triliun di tahun lalu,” ucap Theresia.
Di kesempatan yang sama, Direktur Utama Danamon Daisuke Ejima mengatakan jika 2025 merupakan tahun yang menantang karena ada sejumlah faktor ketidakpastian global.
“Meskipun ada tantangan, Danamon berhasil mengakhiri tahun 2025 dalam bisnis yang lebih tinggi. Kami menangkap pencapaian yang baik dalam penyaluran kredit dan pendanaan dan juga keuntungan bersama dengan kualitas aset yang dipertahankan,” ujarnya.
Baca Juga
Danamon Paparkan "Outlook" Ekonomi 2026, Sektor Apa yang Berpotensi Tumbuh?

