BRI Finance Bidik Pembiayaan Rp 6 Triliun di 2026, Optimistis Naik 2 Kali Lipat di 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menargetkan total pembiayaan mencapai Rp 6 triliun di 2026. Bahkan, perusahaan optimistis mencatatkan pembiayaan dua kali lipat di 2027.
Direktur Utama BRI Finance Ignatius Susatyo mengungkapkan, target Rp 6 triliun di 2026 tersebut meningkat dari realisasi sekitar Rp 2,5 triliun pada 2025.
“Kita proyeksi di tahun depan itu akan tumbuh lebih kurang mungkin hampir dua kali lipat dibanding 2026,” ujarnya, seusai Kegiatan CSR Lingkungan BRI Finance, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Baca Juga
BRI Finance Gandeng DLH DKI Jakarta, Ubah Cara Warga Kelola Sampah
Untuk mendukung ekspansi tersebut, lanjut Susatyo, BRI Finance akan mengalokasikan sekitar 70% pembiayaan ke segmen konsumer dan 30% ke segmen komersial.
Susatyo menjelaskan, optimisme pertumbuhan pembiayaan ditopang sejumlah faktor. Pertama. Peluang pertumbuhan pembiayaan segmen komersial seiring aktivitas pembangunan di Indonesia yang mendorong kebutuhan kendaraan niaga dan alat berat.
Kedua, perusahaan melihat peluang untuk mengisi kebutuan pasar yang belum tergarap secara optimal di tengah kondisi persaingan industri pembiayaan.
Menurut Susatyo, kebutuhan pasar masih terbuka ketika sejumlah perusahaan pembiayaan besar belum agresif menangkap peluang tersebut.
Ketiga, BRI Finance akan memperkuat kolaborasi dengan ekosistem PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI), khususnya untuk memperluas penetrasi pembiayaan kepada nasabah induk usaha yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“BRI itu sangat kuat, secara nasabah paling banyak. Dan selama ini BRI Finance belum menyentuh nasabahnya BRI, khususnya di daerah tingkat tiga sampai dua,” kata Susatyo.
Baca Juga
Didorong Dua Hal Ini, Laba BRI Finance Naik 89% per Juli 2026
Sejalan dengan strategi tersebut, BRI Finance memperluas jaringan kantor untuk meningkatkan layanan kepada calon debitur. Perusahaan menargetkan jumlah cabang meningkat dari 36 pada awal 2026 menjadi sekitar 80 cabang pada akhir tahun ini.
“Tahun depan bakal kita tambah 10 jadi sekitar 90 sampai 100 cabang,” ucap Susatyo.
