Konsumsi CPO Domestik 18,5 Juta Ton, BMA Optimistis Penjualan Naik 2 Kali Lipat
Poin Penting
| ● | Permintaan domestik CPO naik 5,13% mencapai 18,5 juta ton. |
| ● | Ekspor CPO meningkat 39,85% dengan nilai US$ 27,31 miliar. |
| ● | BMA menargetkan volume penjualan tumbuh dua kali lipat pada 2025. |
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bumi Makmur Anugerahagung (BMA), perusahaan perdagangan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), optimistis volume penjualan BMA bisa tumbuh dua kali lipat pada tahun ini dibandingkan 2024 sejalan dengan tren permintaan produk CPO di pasar domestik.
Adapun konsumsi domestik minyak sawit Indonesia sepanjang Januari-September 2025 sebanyak 18.460 ton, naik sekitar 5,13% dari periode sama 2024.
“Melihat hasil penjualan pada semester pertama 2025, BMA optimistis volume penjualan bisa tumbuh dua kali lipat hingga akhir 2025 dari 2024,” kata Direktur PT Bumi Makmur Anugerahagung (BMA) Cheny Canliarta, kepada media, di Jakarta, Kamis (4/12/2025).
Baca Juga
Target Harga Saham Nusantara Sawit (NSSS) Direvisi Naik, Intip Pertimbangan Ini
Cheny mengatakan, BMA memiliki sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang beroperasi sejak 2024 itu. “Dengan strategi ekspansi dan fokus pada produk turunan sawit, BMA optimistis dapat memperkuat posisinya di industri perdagangan CPO nasional. Perusahaan juga berkomitmen mendukung rantai pasok industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” ujar Cheny.
Mengutip data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), konsumsi domestik minyak sawit Indonesia sepanjang Januari-September 2025 sebanyak 18,5 juta ton, naik sekitar 5,13% dibandingkan periode sama 2024. Per akhir September 2024, konsumsi pasar domestik masih bertengger di angka 17,5 juta ton.
Konsumsi domestik minyak sawit terbesar sepanjang sembilan bulan 2025 datang dari sektor biodiesel, yakni sebesar 9.414 ton atau sekitar 51% dari total komsumsi domestik. Lalu, diserap sektor pangan sebanyak 7,3 juta ton (40%) dan sektor oleokimia sebesar 1,6 juta ton (9%).
Untuk ekspor minyak sawit, sepanjang Januari-September 2025 tercatat naik sekitar 13% disandingkan periode yang sama 2024, yakni dari 21,94 juta ton menjadi 24,8 juta ton. Dari sisi nilai, ekspor minyak sawit Indonesia meningkat 39,85% per akhir September 2025 dibandingkan dengan periode yang sama 2024.
Baca Juga
Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Resmi Akuisisi Sawit Mandiri Lestari Senilai Rp 1,6 Triliun
Sepanjang Januari-September 2025, nilai ekspor minyak sawit mencapai US$ 27,31 miliar, sedangkan pada periode sama 2024 senilai US$ 19,53 miliar.
Peningkatan nilai ekspor yang terjadi karena harga rata-rata Januari-September tahun 2025 sebesar US$ 1.210 per ton Cif Rotterdam yang lebih tinggi dari rata-rata Januari-September tahun 2024 sebesar US$ 1.020 per ton Cif Rotterdam.

