Bapanas: Stok Daging Sapi Capai 226 Ribu Ton, 3 Kali Lipat dari Kebutuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan daging sapi secara nasional masih aman, baik yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun importasi di tengah permintaan yang mengalami peningkatan jelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa menuturkan stok secara nasional mencukupi untuk kebutuhan konsumsi sampai Idulfitri dan sesudahnya. Bapanas memproyeksikan ketersediaan daging ruminansia (hewan pemamah biak) secara nasional sampai Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton atau melebihi sampai tiga kali lipat dari kebutuhan konsumsi.
"Secara nasional, sebagaimana saya sampaikan tadi dan sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, stok kita sangat sangat sangat aman. Tiga kali sangat aman," ungkap Ketut pada keterangan tertulisnya, Rabu (18/3/2026).
Optimisme tersebut berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per Maret yang mengestimasikan total ketersediaan daging ruminansia untuk Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton. Pasokan ketersediaan tersebut berasal dari produksi sapi/kerbau lokal 143,8 ekor atau setara dengan 28,2 ribu ton.
Baca Juga
Mendag Budi Pelototi Harga Daging Ayam yang Melonjak Jelang Ramadan
Selebihnya pasokan berasal dari hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan dan realisasi impor yang total keduanya dapat mencapai 29,2 ribu ton serta stok awal Maret yang 168,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional di Maret diperkirakan berkisar di 65,8 ribu ton.
"Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT. Kemudian ada penggemukan juga," terangnya.
Deputi Bapanas Ketut pun mengungkapkan berdasarkan hasil pantauan pemerintah, tren harga daging sapi mulai menunjukkan penurunan dan rerata harta yang tetap. Pemerintah berkomitmen terus menjaga kewajaran harga mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) sampai tingkat pengecer.
"Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sap jugai akan terus dijaga," imbuh Ketut.

