Cegah Harga Daging Ayam dan Telur Meroket, Bapanas Impor Jagung Pakan 20.000 Ton
JAKARTA, investortrust.id - Impor jagung pakan akan segera direalisasikan sebagai langkah strategis dalam membantu para peternak kecil mandiri memenuhi kebutuhan pasokan pakan ternak. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, kedatangan jagung pakan yang akan segera masuk minggu depan dengan tahap awal sebanyak 20.000 ton.
“Khusus untuk jagung, sudah diputuskan oleh Bapak Presiden dilakukan impor 250 ribu ton, sehingga Badan Pangan Nasional sudah menugaskan Perum Bulog untuk importasi tersebut. Tahap pertama 20 ribu ton yang akan masuk di minggu depan sekitar 15 November di Pelabuhan Tanjung Perak," ucap Arief dalam keterangannya yang dikutip Kamis (9/11/2023).
Menurut Arief, importasi jagung ini untuk membantu kebutuhan pakan ternak di mana komponen harga pakan ini berkontribusi signifikan dalam kaitannya dengan fluktuasi harga daging ayam dan telur di tingkat hilir.
Baca Juga
Bapanas Resmi Merelaksasi Harga Gula Jadi Rp 16.000 per Kilogram
“Perlu kami tegaskan bahwa importasi jagung pakan hanya untuk para peternak ayam yang saat ini mengalami kesulitan mendapatkan pakan. Sehingga dengan demikian, importasi yang dilakukan secara terukur dan dengan pertimbangan menjaga harga di tingkat petani," ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dalam hal ini Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan terkait data para peternak ayam by name by address yang akan menyerap jagung pakan tersebut dengan harga di bawah harga pasar saat ini.
“List peternak, lokasi, detil kuantiti-nya sudah kita koordinasikan bersama Kementan dalam hal ini Ditjen PKH. Harganya sekitar Rp. 5.000 per kg. Kita memastikan bahwa importasi jagung ini harus tepat sasaran kepada para peternak melalui komitmen penyerapan tersebut," tambah Arief.
Baca Juga
Bapanas Sebut Stok 12 Komoditas Pangan Aman hingga Akhir 2023
Pada saat yang sama, langkah importasi tersebut sebagai bagian dari upaya stabilisasi pangan juga dibarengi dengan upaya Bapanas dalam mengoptimalkan penyerapan produksi jagung yang masih memungkinkan di wilayah-wilayah sentra melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) jagung. Per 5 November 2023, total realisasi FDP untuk komoditas jagung mencapai 1,2 juta ton.
Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas per 7 November 2023, harga rata-rata jagung di tingkat produsen sebesar Rp 5.610 per kg, di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 3.970 per kg. Sementara harga rata-rata di tingkat konsumen sebesar Rp7.490 per kg, di atas harga acuan sebesar Rp 5.000 per kg. (CR-9)

