MSIG Life (LIFE) Ungkap Dampak Gejolak IHSG Terhadap Kinerja Unit Link
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi tantangan bagi industri asuransi jiwa, khususnya pada produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link. Tak terkecuali bagi PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE).
Presiden Direktur MSIG Life Wianto Chen mengungkapkan, kinerja premi pihaknya sepanjang 2026 masih mencatatkan pertumbuhan positif. Namun, tekanan pasar turut mempengaruhi produk unit link, sementara produk asuransi tradisional tetap tumbuh positif.
“Secara umum premi di tahun 2026 ini masih tercatat positif. Namun tentunya ada dampak dari sisi unit link,” ujarnya, dalam Public Expose MSIG Life 2026, di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurut Wianto, kondisi tersebut mencerminkan pergeseran preferensi nasabah sekaligus upaya perusahaan mengantisipasi ketidakpastian pasar.
Baca Juga
Premi Unit Link Tumbuh 21,92%, OJK Perkuat Modal dan Cegah Mis-Selling
MSIG Life, kata dia, juga mencatatkan kinerja investasi yang relatif lebih baik dibandingkan pasar, dengan sebagian saham dalam portofolionya mengalami penurunan lebih kecil dari acuan. Sementara, instrumen pendapatan tetap dan pasar uang masih memberikan imbal hasil positif.
Wianto menambahkan, karakteristik unit link sebagai produk jangka panjang membuat perusahaan tetap optimistis terhadap peluang pemulihan investasi dalam jangka menengah dan panjang, meski hasilnya tetap bergantung pada perkembangan pasar.
“Jadi secara historical, kita berharap unit link ini akan pulih secara jangka menengah dan panjang,” katanya.
Di lain sisi, lanjut Wianto, MSIG Life memperkuat komunikasi dan edukasi kepada nasabah melalui tenaga pemasar. Perusahaan juga menyediakan fasilitas pengalihan dana investasi (switching) yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing nasabah.
Upaya tersebut turut mendorong perubahan alokasi investasi nasabah. Jika sebelumnya dana ekuitas cenderung mendominasi, kini alokasi mulai bergeser ke dana kas dan pendapatan tetap sehingga portofolio menjadi lebih seimbang.
“Ini memperlihatkan juga kematangan customer atau nasabah yang kita miliki terhadap literasi keuangan, sehingga bisa mendiversifikasi, mengalokasi lebih baik lagi,” ucap Wianto.
