IIF Salurkan Pembiayaan Rp 601,4 Miliar untuk Pusat Data dan Rumah Sakit Jantung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyalurkan pembiayaan sekitar Rp601,4 miliar untuk pengembangan pusat data berskala besar dan pembangunan rumah sakit khusus jantung di Indonesia.
Pembiayaan tersebut diberikan melalui fasilitas pinjaman sindikasi kepada PT Digital Gayana Ekagrata (DGE) senilai US$20 juta atau sekitar Rp358,3 miliar serta fasilitas pembiayaan Rp243,11 miliar kepada PT Medan Kardia Indonesia.
"Pembiayaan pusat data ditujukan untuk mendukung kebutuhan infrastruktur digital, sedangkan pembiayaan Medan Heart Center diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas," kata Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan dalam siaran pers, Senin (26/10/2026).
Baca Juga
IIF Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Berkelanjutan Lewat Inovasi
Untuk sektor digital, pembiayaan kepada DGE akan digunakan untuk mendukung pengembangan Tahap 1 GAIA Campus, pusat data hyperscale yang mencakup fasilitas CGK1 dan CGK2. Kedua fasilitas tersebut memiliki kapasitas gabungan 58,9 megawatt (MW) dan berlokasi di Greenland International Industrial Center (GIIC), Bekasi, Jawa Barat.
Pusat data tersebut akan menyediakan infrastruktur untuk penyimpanan dan pengelolaan data serta mendukung layanan berbasis teknologi dan operasional bisnis. Pengembangannya diharapkan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi digital dan transformasi digital di berbagai industri.
Sementara itu, pembiayaan Rp243,11 miliar kepada PT Medan Kardia Indonesia ditujukan untuk mendukung pengembangan dan operasional Medan Heart Center di Medan, Sumatera Utara.
Baca Juga
IIF Pangkas Waktu Penilaian Awal Pembiayaan Infrastruktur hingga 30% Lewat Digitalisasi
Rumah sakit tersebut dikembangkan sebagai rumah sakit khusus jantung kelas B dengan kapasitas minimal 75 tempat tidur. Fasilitas ini dibangun di atas lahan sekitar 5.300 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 8.000 meter persegi.
Medan Heart Center akan menyediakan layanan diagnostik, intervensi, dan perawatan kardiovaskular. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan meningkatkan akses layanan spesialis jantung dan pembuluh darah bagi masyarakat Medan dan wilayah sekitarnya, sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke wilayah lain.
IIF menyatakan kedua pembiayaan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap pengembangan infrastruktur digital dan layanan publik, khususnya kesehatan, di Indonesia.
