Buka IRF 2026, OJK Tegaskan Sektor Keuangan Indonesia Solid Hadapi Tantangan Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membuka gelaran The 4th OJK International Research Forum (IRF) 2026 bertema “Transforming Finance for Resilient Growth: Building a Productive Financial Ecosystem for Indonesia’s Future”. Forum internasional ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan kebijakan konkret dalam memperkuat ekosistem keuangan Indonesia yang produktif dan tangguh.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyoroti ketahanan sektor keuangan nasional di tengah gejolak perekonomian global yang dipengaruhi ketegangan geopolitik dan tingkat inflasi yang tinggi di berbagai kawasan dunia.
"Secara global, kita dapat melihat bahwa saat ini kita berada di masa yang sangat menantang, terutama melihat masalah-masalah geopolitik yang juga memiliki tingkat inflasi tinggi dan juga beberapa perkembangan terkini yang sedang terjadi di negara-negara lain, kita dapat melihat apa yang terjadi di Eropa dan negara-negara lain. Namun dengan semua situasi ini, kita dapat mengatakan bahwa sektor keuangan Indonesia kini berada dalam kondisi yang sangat solid. Kita memiliki fondasi yang kuat di sektor perbankan," ujar Kiki sapaan karib Friderica, Senin (26/10/2026).
Baca Juga
Kiki menjelaskan, ketahanan industri perbankan nasional tercermin dari sejumlah indikator utama. OJK mencatat pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia telah menembus 13,69% secara tahunan (year on year/yoy) per Agustus 2026. Capaian ini menjadi rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
"Dan juga dana pihak ketiga juga tumbuh dua digit tahun ini. Jadi dengan fondasi modal yang solid ini dan juga dengan NPL yang berada dalam situasi yang sangat baik sekarang," ungkap Kiki.
Selain sektor perbankan, OJK terus mendorong reformasi pasar modal secara kolaboratif bersama seluruh pemangku kepentingan. Langkah serupa juga diterapkan pada sektor keuangan berbasis inklusi untuk memperluas jangkauan layanan keuangan bagi masyarakat luas, termasuk UMKM.
Baca Juga
OJK Optimistis Industri Keuangan Syariah Terus Tumbuh, Total Aset Tembus Rp 3.231 Triliun
Kolaborasi Global dan Aksi Nyata
Forum IRF 2026 menghadirkan para pakar dan pembicara dari lembaga internasional, pemerintah, serta akademisi dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Diskusi dalam forum ini difokuskan pada dua pilar utama pertumbuhan, yaitu pendalaman pasar keuangan (financial market deepening) untuk pendanaan jangka panjang dan inovasi konektivitas digital untuk memperluas aksesibilitas.
Lebih lanjut, Kiki menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak bisa hanya mengandalkan sektor perbankan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari pasar modal dan pembiayaan UMKM.
"Jadi saya pikir diskusi hari ini sangat penting. Saya berharap diskusi selama beberapa hari ini tidak berhenti pada gagasan, tetapi menghasilkan hal konkret yang dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan dan aksi," pungkas Kiki.
