Simpanan LKM Tumbuh 7,7%, Tapi Ekuitas Justru Menyusut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Simpanan industri lembaga keuangan mikro (LKM) masih menunjukkan pertumbuhan positif pada Agustus 2026. Namun, ekuitas industri justru mengalami kontraksi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, simpanan LKM tumbuh 7,70% secara year on year (yoy) menjadi Rp 0,63 triliun pada Agustus 2026.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan kemampuan industri LKM dalam menghimpun simpanan masyarakat masih terjaga.
Baca Juga
“Ke depan, LKM perlu terus memperkuat kualitas layanan kepada masyarakat untuk mendukung pertumbuhan penghimpunan simpanan secara berkelanjutan,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Kamis (15/10/2026).
Di lain sisi, ekuitas LKM tercatat sebesar Rp 655,20 miliar atau menyusut 2,34% (yoy). Agusman menyebut, penurunan ekuitas tersebut antara lain dipengaruhi oleh komponen modal disetor serta laba/rugi perusahaan.
“Penguatan permodalan serta penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik
diperlukan untuk mendukung pertumbuhan LKM yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Selain permodalan, OJK juga terus memantau perkembangan LKM, termasuk tingkat pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF). Hal tersebut dilakukan dengan mendorong penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola, sera peningkatan manajemen risiko.
Baca Juga
Agusman menyatakan, terkait kewajiban LKM untuk memiliki paling sedikit satu pemegang saham pengendali (PSP), tujuannya untuk memastikan adanya pihak yang memiliki tanggung jawab jelas terhadap keberlangsungan usaha, permodalan, dan tata kelola LKM.
“Sehingga dapat memperkuat efektivitas pengawasan dan akuntabilitas LKM sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
