Pertumbuhan DPK BNI di Atas Rata-rata Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang solid hingga semester I-2026, melebihi rata-rata pertumbuhan industri. Hal tersebut ditopang oleh peningkatan dana murah atau current account and saving account (CASA) serta penguatan layanan digital untuk nasabah ritel maupun institusi.
Head of Investor Relations BNI Yohan Setio mengungkapkan, hingga Juni 2026 dana tabungan BNI tumbuh sekitar 10% secara year on year (yoy), sedangkan giro tumbuh lebih tinggi sekitar 12% (yoy). Tren itu diperkirakan masih berlanjut hingga Juli 2026, terutama pada segmen giro.
“BNI mulai mampu memenangkan market share di pasar DPK ini. Jadi pertumbuhan di industri sebenarnya sudah cukup baik, namun pertumbuhan BNI secara umum sedikit lebih baik dibanding industri,” ujarnya dalam Public Expose 2026 secara daring, Rabu (9/9/2026).
Menurut Yohan, salah satu kunci pertumbuhan DPK adalah perbaikan value proposition melalui penguatan layanan digital. BNI telah menghadirkan wondr by BNI untuk nasabah ritel serta BNIdirect bagi nasabah institusi.
“Dengan platform transaksi yang baik tersebut, maka nasabah semakin banyak bertransaksi di BNI dan otomatis semakin banyak juga dana mengendap di BNI,” katanya.
Selain layanan digital, pertumbuhan rekening payroll juga menjadi katalis penting bagi peningkatan dana murah BNI. Jumlah rekening payroll BNI mengikat signifikan, dari sekitar 5 juta rekening pada tahun lalu, jumlahnya bertambah 1 juta rekening pada tahun ini atau tumbu sekitar 20% menjadi 6 juta rekening.
“Itu menjadi salah satu katalis pertumbuhan dana pihak ketiga yang sustain dalam jangka panjang,” ucap Yohan.
Baca Juga
BNI Salurkan Masker hingga Obat-obatan bagi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
Dari sisi biaya dana (cost of fund), BNI juga mencatat perbaikan. Pada semester I 2026, cost of fund BNI berada di level 2,6%, membaik dibanding 2,8% pada periode yang sama 2025.
“Sebenarnya cost of fund di BNI itu ada sedikit perbaikan 20 basis poin dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, kita belum bilang bahwa kita puas dengan cost of fund saat ini,” ujar Yohan.
“Menurut kita, masih banyak room for improvement untuk cost of fund ke depannya agar bisa lebih baik lagi,” sambungnya.
