DPK BRI (BBRI) 2023 Bertumbuh di Atas Industri, CASA Tetap Penyumbang Terbesar
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso mengungkapakan bahwa dana murah atau current account saving account (CASA) masih menjadi penyumbang terbesar dari total dana pihak ketiga (DPK) perseroan tahun 2023 dengan kontribusi sebesar 64,4%.
“Penghimpunan dana masyarakat masih didominasi dana murah, yaitu CASA. Persentase CASA mencapai 64,4% atau setara dengan Rp 874,1 triliun dari total dana masyarakat (DPK),” ujarnya, dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI 2023, yang digelar secara virtual, Rabu (31/1/2024).
Baca Juga
Laba Tumbuh 17,5% Jadi Rp 60,4 T, Bos BBRI Ungkap Economic & Social Value
Hingga Desember 2023, total DPK BRI tercatat Rp 1.358,33 triliun atau tumbuh 3,9%, dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp 1.290,29 triliun. Sunarso memahami, pertumbuhan DPK tersebut seiring dengan kondisi likuiditas yang terjaga dengan baik di lapangan untuk menjaga inflasi.
“Pencapaian ini lebih baik, dibandingkan DPK industri perbankan nasional yang hanya tumbuh 3,8% secara year on year pada akhir Desember 2023,” katanya.
Baca Juga
Adapun, tren dana murah yang mendominasi terhadap total DPK BRI terjadi sejak beberapa tahun lalu. Pada 2020, total DPK yang berhasil dihimpun BRI sebesar Rp 1.120,92 triliun, sebagian besarnya atau 59,66% berasal dari CASA yakni Rp 668,80 triliun.
Hal yang sama juga terlihat dalam dua tahun setelahnya. Di mana dari total DPK BRI pada 2021 dan 2022 yang tercatat masing-masing Rp 1.138,74 triliun dan Rp 1.307,88 triliun, mayoritasnya berasal dari dana murah dengan pangsa masing-masing 63,08% dan 66,70%. (CR-13)

