Dana Murah Masih Topang DPK BNI di 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sukses menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp 810,73 triliun di tahun lalu. Jumlah ini meningkat 5,4% secara year on year (yoy). Dari jumlah tersebut, mayoritasnya dikontribusi oleh dana murah.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan BNI, Novita Widya Anggraini dalam Press Conference Full Year 2023 BNI secara virtual, Jumat (26/1/2024).
Dikatakan, dari total DPK tahun lalu yang mencapai Rp 810,3 triliun, dana murah atau current account saving account (CASA) mengontribusi sebesar 71,2%.
Baca Juga
BBNI Ungkap Strategi Pupuk Laba di Tengah Tren Suku Bunga Tinggi
”Rasio current account saving account atau CASA di posisi 71,2%,” ujarnya.
Sementara itu, ia memproyeksikan di tahun ini penghimpunan DPK akan semakin meningkat dibandingkan 2023, dengan porsi dana murah tetap dijaga di atas 70%.
“Kami memproyeksikan DPK akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2023, yang mana sebesar 5,4% (yoy), dengan CASA dijaga di atas 70%,” katanya.
Baca Juga
Kredit Tumbuh Sesuai Ekspektasi, Laba BNI (BBNI) Capai Rp 20,90 Triliun

