Suku Bunga Acuan Naik, BNI Geber Dana Murah dari Platform Digital
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) mengoptimalkan penghimpunan dana murah (current savings account/CASA) untuk menghadapi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 0,25 basis poin, ke 6,25%. Hal ini dilakukan melalui platform digital.
Direktur Finansial BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, penghimpunan dana murah dioptimalkan melalui platform digital, baik lewat BNI Mobile Banking untuk nasabah retail maupun BNI Direct untuk nasabah korporasi. "Dalam menjaga likuiditas, kami konsisten memprioritaskan peningkatan CASA dengan mengoptimalkan layanan digital," katannya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BNI Kuartal I-2024, yang berlangsung secara daring pada Senin (30/4/2024).
Dana murah masih mendominasi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh BNI. Dana murah bank pelat merah itu mencapai Rp 543,50 triliun atau 69,7% dari total DPK, naik 6% dibandingkan kuartal I-2023.
Direktur Finansial BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, penghimpunan dana murah dioptimalkan melalui platform digital, baik lewat BNI Mobile Banking untuk nasabah retail maupun BNI Direct untuk nasabah korporasi. "Dalam menjaga likuiditas, kami konsisten memprioritaskan peningkatan CASA dengan mengoptimalkan layanan digital," katannya dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja BNI Kuartal I-2024, yang berlangsung secara daring pada Senin (30/4/2024).
Dana murah masih mendominasi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun oleh BNI. Dana murah bank pelat merah itu mencapai Rp 543,50 triliun atau 69,7% dari total DPK, naik 6% dibandingkan kuartal I-2023.
Pengguna BNI Mobile Banking Tumbuh 18,5%
Lebih lanjut, Novita menjelaskan jumlah pengguna BNI Mobile Banking pada kuartal I-2024 mencapai 16,9 juta nasabah atau tumbuh 18,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara jumlah transaksi tumbuh 54,9% (YoY) menjadi 318 juta transaksi.
"Pencapaian ini merupakan refleksi bahwa kami berada di jalur yang tepat dalam transformasi digital. Transformasi berjalan mulus, mengikuti kebutuhan nasabah," tegasnya.
Menurut Novita, BNI Mobile Banking telah menjadi super apps ecosystem, yang menghadirkan solusi finansial untuk nasabah BNI. Ini mulai dari kebutuhan harian, wealth management, digital lifestyle, digital loan and credit card, personal financial management, experience and engagement, hingga sejumlah value added services.
Baca Juga
Gegara Suku Bunga dan Geopolitik, BNI (BBNI) Ungkap Tiga Risiko Perbankan Ini
Tidak hanya BNI Mobile Banking yang kinerjanya moncer, BNIDirect juga menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Demikian halnya dengan BNI Open API (Application Programming Interface), yang juga melayani nasabah dari segmen korporasi.
Novita menyebut volume dan item transaksi BNI Direct pada kuartal I-2024 masing-masing tumbuh 11,6% dan 9% (yoy). Sementara itu, volume dan item transaksi API melalui BNI Open API masing-masing tumbuh 23% yoy.
"BNI Open API saat ini terus berkomitmen atas service excellence, dengan memberikan layanan API yang bervariasi mulai dari layanan payment, collection, transfer," tuturnya.

