Kinerja Intermediasi Kuat, Penyaluran Kredit Perbankan Juli 2026 Tembus Rp 9.135 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja intermediasi industri perbankan nasional pada Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan yang semakin solid dan kuat. Pertumbuhan kredit pada Juli 2026 naik sebesar 13,58% year on year (yoy), bandingkan dengan Juni 2026 yang lalu tumbuh sebesar 12,67% yoy, sehingga total penyaluran kredit menjadi sebesar 9.135 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 25,13% yoy, diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 11,04% yoy, sedangkan kredit konsumsi sebesar 5,38% yoy.
"Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 22,10% yoy," ujar Dian dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB) Agustus 2026 yang digelar secara virtual, Senin (7/9/2026).
Baca Juga
OJK Ungkap Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Sementara itu, kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 1,62% yoy, di mana sebelumnya bulan Juni lalu tercatat 1,05% yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit Bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 16,95% yoy.
Pada Juli 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK sebesar 31,56 triliun atau sebesar 0,35% dibandingkan total kredit perbankan. Namun, tumbuh cukup tinggi sebesar 31,22% yoy.
"Juni yang lalu tercatat tumbuh sebesar 33,54% yoy dengan jumlah rekening mencapai 33,50 juta, sementara Juni yang lalu berjumlah sebesar 32,77 juta," ungkap Dian.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga atau DPK terakselerasi dengan tumbuh sebesar 11,21% yoy, di mana Juni yang lalu tercatat sebesar 10,21% yoy menjadi sebesar 10.336 triliun. Pertumbuhan tertinggi pada deposito sebesar 13,13% yoy, diikuti oleh giro dan tabungan masing-masing sebesar 11,81% yoy dan 8,37% yoy.
Baca Juga
IHSG Menguat 1,82% Pekan Ini, Saham Perbankan Besar Mendominasi
Lebih lanjut, Dian menyebut, likuiditas perbankan di level yang memadai dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit atau AL/NCD dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga atau AL/DPK masing-masing sebesar 102,45%, Juni yang lalu tercatat sebesar 101,92%, dan 23,1% yang Juni lalu tercatat sebesar 23,08%
"Dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%. Adapun Liquidity Coverage Ratio atau LCR berada di level 187,5%," kata Dian.
Sementara itu, kualitas kredit terjaga dengan rasio NPL gross di level 2,10%, Juni yang lalu tercatat 2,09% dan NPL net sebesar 0,81%, Juni yang lalu tercatat sebesar 0,82%. Sementara itu, Loan at Risk atau LAR tercatat sebesar 8,39%, di mana Juni yang lalu tercatat sebesar 8,47%.
Dari sisi kinerja profitabilitas, ROA bank di level 2,45%, di mana Juni yang lalu tercatat sebesar 2,47%. Ketahanan permodalan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai tercermin dari Capital Adequacy Ratio atau CAR tercatat sebesar 23,84%, di mana Juni yang lalu tercatat sebesar 23,70%.
Penguatan Ekosistem UMKM
Dalam rangka pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM, OJK menyelenggarakan UMKM Finance Summit 2026 pada 11 Agustus 2026 dengan tema "Penguatan Akses Pembiayaan dan Ekosistem UMKM melalui Sinergi Kebijakan Antarpemangku Kepentingan untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional". Selain itu, akan dibentuk juga Working Group Akselerasi dan Peningkatan Efektivitas Pembiayaan UMKM bersama lintas kementerian dan lembaga terkait serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
"Kemudian juga telah melaksanakan penandatanganan Nota Kesepakatan OJK dan Kementerian UMKM sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM," jelas Dian.
