OJK: Intermediasi Perbankan Mei 2026 Tumbuh Positif, Kredit Tembus Rp 8.918 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kinerja intermediasi perbankan nasional terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan profil risiko yang tetap terjaga dengan baik. Pada Mei 2026, penyaluran kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 11,51% secara year on year (yoy), sehingga nilainya mencapai Rp8.918 triliun.
"Kinerja intermediasi perbankan tumbuh positif dengan profil risiko yang tetap terjaga. Pada Mei 2026, kredit tumbuh sebesar 11,51% year on year menjadi sebesar 8.918 triliun. Ini tentu saja meningkat dibandingkan posisi April 2026 yang tumbuh 9,98% year on year," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam acara Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan Juni 2026 di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 21,95% yoy. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 18,39% yoy.
Baca Juga
Kekeh Sebut Perbankan Kekeringan Likuiditas, Purbaya: Data Indikator itu Ilusif
Sementara itu, kredit UMKM telah menunjukkan perbaikan dengan tumbuh positif sebesar 0,60% yoy di mana sebelumnya baru tumbuh sekitar 0,16% yoy. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,98% yoy.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh sebesar 13,49% yoy. Pada April sebelumnya tumbuh sebesar 11,39% yoy menjadi 10.294 triliun dengan giro, deposito, dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 20,53% yoy, 10,17% yoy, dan 10,21% yoy.
Lebih lanjut, Dian menilai kondisi likuiditas industri perbankan masih memadai. Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) tercatat 108,20% dan rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 24,78%, yang masih jauh di atas ambang batas masing-masing 50% dan 10%.
Baca Juga
Kemudian, Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 186,54%. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross berada di level 2,17%, sedangkan NPL net tercatat 0,84%. Adapun rasio loan at risk (LaR) terus membaik menjadi 8,72%.
Secara umum, Dian menuturkan bahwa tingkat profitabilitas bank atau return onassets (ROA) sebesar 2,45%, dibandingkan dengan April yang lalu sebesar 2,46%.
"Ketahanan permodalan perbankan juga tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai tercermin dari CAR atau capital adequacy ratio tercatat sebesar 23,74% di April yang lalu tercatat sebesar 23,97%," tutur Dian.
