Dana Pensiun Capai Rp 1.669 Triliun, OJK Dorong Perluasan Peserta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong peningkatan kepesertaan dana pensiun di tengah masih rendahnya literasi dan inklusi masyarakat terhadap program persiapan masa tua. Langkah ini menjadi fokus Bulan Dana Pensiun 2026 yang digelar serentak di sejumlah kota di Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, tantangan dana pensiun bukan sekadar meningkatkan jumlah dana kelolaan yang saat ini telah mencapai Rp 1.669 triliun, tetapi juga memperluas kepesertaan agar lebih banyak masyarakat memiliki persiapan finansial untuk masa pensiun.
“Kalau kita lihat dari survei literasi dan inklusi keuangan, memang literasi untuk dana pensiun itu jauh di bawah literasi keuangan secara nasional, yaitu masih di 22% dan kemudian inklusinya juga jauh di bawah,” kata Friderica yang akrab disapa Kiki dalam acara Kick Off Bulan Dana Pensiun 2026 di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut Kiki, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pensiun membuat persiapan dana pensiun kerap dilakukan terlambat. Padahal, perencanaan tersebut idealnya dimulai sejak seseorang pertama kali memasuki dunia kerja, termasuk bagi masyarakat yang memilih menjadi pekerja mandiri.
Baca Juga
Mengapa Inklusi Syariah Masih Rendah Meski Literasi Capai 43%? Ini Kata OJK
“Ini adalah PR (pekerjaan rumah) kita semua antara OJK, regulator, pemerintah, kemudian dengan asosiasi dana pensiun, kemudian perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang dana pensiun untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa dana pensiun itu harus disiapkan dari bahkan sejak pertama orang mulai bekerja,” ujar Kiki.
Kiki menilai perubahan struktur dunia kerja juga membuat perluasan kepesertaan dana pensiun semakin penting. Pasalnya, semakin banyak masyarakat yang tidak menjadi pegawai formal dan memilih bekerja secara mandiri sehingga membutuhkan skema perlindungan hari tua yang dapat menjangkau kelompok tersebut.
“Jadi pertama tadi bagaimana kita dari financial literacy, financial inclusion, menuju financial resilience, menuju ketahanan saat kita pensiun. Nah ini adalah upaya kita bersama dan ini akan dilaksanakan serentak di beberapa kota di Indonesia,” tuturnya.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, penguatan perlindungan masa pensiun juga menjadi tantangan pemerintah mengingat angkatan kerja Indonesia mencapai sekitar 155 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 60% bekerja di sektor informal.
“Ini tentu tantangan pemerintah, bagaimana kita, semangat yang kita dengar hari ini, masa mudanya produktif dan kemudian masa muda berkarya dan kemudian pada saat tua bahagia dan mendapatkan perlindungan,” kata Yassierli.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, Bulan Dana Pensiun 2026 resmi dimulai di tiga kota, yakni Jakarta, Semarang, dan Bandung. Program tersebut melibatkan kolaborasi berbagai penyelenggara dana pensiun.
Baca Juga
“Program dana pensiun itu dapat dilakukan oleh perusahaan melalui dana pensiun pemberi kerja (DPPK), kemudian juga dana pensiun lembaga keuangan (DPLK), dan juga yang diselenggarakan oleh BPJS Tenaga Kerja, oleh Taspen dan oleh Asabri,” ujar Ogi.
Ogi menambahkan, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas cakupan perlindungan dana pensiun, baik bagi pekerja maupun pekerja mandiri. Dalam rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026, OJK menargetkan sekitar 1.000 kegiatan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong kepesertaan dana pensiun di berbagai daerah.
