Bitcoin Masuk Fase 'Bull Market', tapi Masih Terganjal Level US$ 83.000
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki bull market baru. Indikator bull score milik CryptoQuant melonjak dari 30 menjadi 80 hanya dalam sepekan, menjadi pembalikan tercepat dalam setahun.
Melansir BeInCrypto, Rabu (26/8/2026), sinyal tersebut belum sepenuhnya terkonfirmasi. Bitcoin masih harus menembus dan mencatatkan penutupan harga di atas rata-rata pergerakan 365 hari atau 365 day moving average yang saat ini berada di kisaran US$ 83.000.
Bitcoin telah menguat sekitar 24% sejak Senin (17/8/2026). Harga BTC sempat menyentuh US$ 81.272 di Binance, level tertinggi sejak 15 Mei 2026. Pada perdagangan terbaru, Bitcoin saat ini diperdagangkan di harga US$ 78.842,30 pada Kamis (27/8/2026), pukul 11.25 WIB atau terkoreksi 0,22%% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah katalis makro. Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menggandakan pembelian kembali obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya US$ 4 miliar per operasi mulai 9 September.
Sentimen pasar kripto juga mendapat dorongan setelah muncul sinyal dari Presiden AS Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan pembelian Bitcoin secara langsung oleh pemerintah AS.
Baca Juga
Sentimen Kripto Berbalik, ETF Bitcoin Catat Arus Masuk 6 Hari Beruntun
Bull Score Bitcoin Melonjak
CryptoQuant menilai perubahan sentimen tersebut tercermin dalam bull score, indikator yang menggabungkan 10 metrik on-chain dan pasar untuk mengukur kondisi Bitcoin. Bull Score kini berada di level 80, tertinggi sejak 6 Oktober 2025 ketika Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$ 124.000. Dari 10 indikator yang digunakan, delapan di antaranya saat ini menunjukkan sinyal positif.
Data permintaan juga memperkuat gambaran tersebut. Permintaan spot Bitcoin tercatat tumbuh dengan laju bulanan tercepat sejak akhir Desember. Pada saat yang sama, permintaan di pasar spot dan futures kembali berkembang secara bersamaan untuk pertama kalinya sejak awal Oktober 2025.
Kepala Riset CryptoQuant Julio Moreno mengatakan kondisi pasar Bitcoin telah beralih ke fase bull. “Rezim pasar telah beralih ke tren naik untuk Bitcoin,” ujarnya.
Namun, ia menyatakan Bitcoin masih perlu melewati rata-rata pergerakan 365 hari di sekitar US$ 83.000 agar fase bull market dapat dikonfirmasi secara resmi.
Risiko Koreksi Mulai Menguat
Di balik sinyal bullish tersebut, CryptoQuant juga melihat sejumlah indikator yang menunjukkan pasar mulai memanas. Margin keuntungan yang belum direalisasikan oleh trader melonjak menjadi 20,5%, level tertinggi sejak Juni 2025. Kondisi tersebut mengindikasikan semakin banyak pelaku pasar berada dalam posisi keuntungan dan berpotensi merealisasikan profit.
Aktivitas investor besar atau whale juga patut diperhatikan. Pada 20 Agustus 2026, para whale mencatat realisasi keuntungan hingga US$ 614 juta, menjadi rekor tertinggi. Arus masuk Bitcoin, Ethereum (ETH), dan XRP ke bursa kripto juga meningkat.
Lonjakan exchange inflows kerap menjadi sinyal awal meningkatnya tekanan jual karena aset yang dipindahkan ke bursa berpotensi digunakan untuk melakukan transaksi atau mengambil keuntungan.
Meski demikian, selera risiko di pasar keuangan global masih menunjukkan kecenderungan positif. Manajer aset tercatat memegang posisi long pada kontrak berjangka S&P 500 senilai hampir US$ 375 miliar, mendekati rekor tertinggi. Eksposur mereka terhadap pasar negara berkembang dan negara maju juga berada di sekitar level tertinggi.
Baca Juga
Bitcoin Menguat Saat Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, Pasar Saham AS Tertekan
Dengan begitu, reli Bitcoin saat ini memiliki dukungan dari sisi permintaan dan indikator pasar. Namun, level US$ 83.000 menjadi ujian penting.
