Resmi Kantongi Izin OJK, LSP AAJI Akan Mulai Gelar Sertifikasi Agen Berbasis Kompetensi
Poin Penting
|
SURABAYA, Investortrust.id -- Ketum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo secara resmi mengumumkan bahwa Lembaga Sertifikasi Profesi Ahli Asuransi dan Jasa Indonesia (LSP AAJI) telah mengantongi izin operasional resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Transisi dari sistem lisensi konvensional ke sertifikasi berbasis kompetensi yang lebih komprehensif ini, menurutnya akan diterapkan secara bertahap hingga tahun 2030, di mana saat ini penerapannya masih berjalan paralel sehingga perusahaan maupun agen diberikan kebebasan untuk memilih.
“Saya ingin mengumumkan bahwa Lembaga Sertifikasi Profesi Ahli Asuransi dan Jasa Indonesia atau LSP AAJI telah memperoleh izin operasional dari OJK. Jadi nanti LSP kita akan lakukan bertahap sampai 2030. Jadi sekarang ini masih paralel antara lisensi yang ada sekarang dengan LSP yang baru. Jadi boleh milih, perusahaan boleh milih, Anda boleh milih,” kata AW, demikian sapaan akrabnya, saat memberikan sambutan di Konvensi Top Agent & Distribution Excellence Awards (TADEA) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Surabaya, Kamis (13/8/2026).
Melalui sertifikasi LSP yang lebih lengkap ini, setiap agen diharapkan memiliki standar keahlian yang terukur guna menjawab tuntutan pasar yang memerlukan tenaga pemasar dengan pengetahuan dan keterampilan tinggi.
Dalam kesempatan yang sama AW juga menyampaikan bahwa premi bisnis baru industri asuransi jiwa mampu bertumbuh sebesar dua digit pada Semester I-2026.
Menurut Albertus, pertumbuhan premi baru yang sangat signifikan ini merupakan salah satu indikator penting pertumbuhan industri asuransi jiwa.
Premi Bisnis Baru Tumbuh
"Di semester pertama ini premi bisnis baru mengalami pertumbuhan yang cukup atau boleh dibilang menggembirakan. Tadi saya bilang Q1 tumbuh 5%, Rp27,9 triliun. Di semester pertama kita tumbuh 2 digit. Sudah lama kita tidak menikmati atau mencapai pertumbuhan 2 digit," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setelah sekian tahun, ini adalah pertama kalinya di semester pertama industri menikmati pertumbuhan hingga dua digit, meskipun angka pastinya baru akan diumumkan secara resmi pada akhir bulan ini.
Baca Juga
Di TADEA 2026, OJK Minta Agen Asuransi Pahami Next Generation Insurance dan Kuasai AI
Selain lonjakan premi bisnis baru di paruh pertama tahun ini, AW memaparkan kinerja positif industri sepanjang kuartal pertama yang disokong oleh 56 perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI. Total pendapatan industri pada kuartal pertama tercatat mencapai Rp47,63 triliun yang menunjukkan basis ketahanan yang sangat baik di tengah dinamika ekonomi global.
Pada periode yang sama, total investasi industri asuransi jiwa turut mengalami pertumbuhan sebesar 5,7%. Kabar gembira lainnya terlihat dari aspek inklusi dan perlindungan, di mana jumlah masyarakat Indonesia yang terlindungi melalui produk asuransi jiwa, termasuk program asuransi kumpulan atau group insurance, melesat tumbuh 20,9% hingga mencapai total 118,28 juta orang.
Di saat yang bersamaan, komitmen kuat industri dalam menjaga kepercayaan publik dibuktikan melalui pembayaran klaim dan manfaat kepada nasabah yang menembus angka Rp38,73 triliun.
Pencapaian masif tersebut, kata AW, tidak lepas dari kontribusi vital para tenaga pemasar di berbagai lini distribusi yang menjadi ujung tombak dalam membangun literasi serta memperluas akses proteksi masyarakat. Berdasarkan data kuartal pertama, pendapatan premi dari kanal bancassurance sukses menyumbang Rp18,54 triliun, disusul oleh perolehan dari kanal keagenan yang tumbuh 1,2% menjadi Rp14,29 triliun, serta kanal distribusi alternatif yang mampu mengumpulkan premi sebesar Rp14,44 triliun.
Masih dalam kesempatan yang sama, Albertus menyebut penyelenggaraan TADEA 2026 diharapkan mampu menjadi wadah penyerapan inspirasi dan semangat konsistensi bagi seluruh manajemen dan perwakilan perusahaan anggota AAJI agar dapat terus beradaptasi dan menjawab kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus berkembang di masa depan.

