Tumbuh 10,14%, Industri Pindar Kantongi Laba Rp 1,15 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri pinjaman daring (pindar) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I-2026. Laba industri pindar hingga Juni 2026 mencapai Rp 1,15 triliun, meningkat 10,14% secara tahunan (year on year/yoy).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman dalam jawaban tertulis, dikutip Minggu (9/8/2026).
“Laba industri pindar pada Juni 2026 meningkat 10,14% (yoy) menjadi sebesar Rp 1,15 triliun,” ujar dia.
Baca Juga
OJK Ungkap Jumlah Pindar dengan TWP90 di Atas 5% Turun Jadi 16 Platform
Meski begitu, menurut Agusman, peningkatan pembiayaan bermasalah tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan industri karena dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas penyelenggara pindar.
Agusman mengatakan, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) yang tinggi berpotensi memengaruhi kinerja laba penyelenggara pindar. Namun, hingga Juni 2026, kondisi tersebut belum menghambat industri untuk mencatatkan pertumbuhan laba.
“Tingkat pembiayaan bermasalah dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas penyelenggara. Namun, hingga Juni 2026 industri pindar tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba seiring dengan pertumbuhan penyaluran pendanaan,” tutur dia.
Menurut Agusman, ruang pertumbuhan industri pindar hingga akhir 2026 masih terbuka. Industri masih berpeluang membukukan laba yang lebih tinggi dibandingkan capaian sepanjang 2025.
Baca Juga
Peluang tersebut, kata dia, ditopang pertumbuhan penyaluran pendanaan, sekaligus penguatan manajemen risiko dan peningkatan kualitas penilaian kredit (credit scoring) oleh penyelenggara pindar.
“Peluang industri pindar untuk melampaui capaian laba tahun 2025 masih terbuka, didukung antara lain oleh pertumbuhan penyaluran pendanaan, penguatan manajemen risiko, dan peningkatan kualitas credit scoring,” ucap Agusman.

