Meski Tak Kantongi Izin Resmi, OJK Fasilitasi Pertemuan Penyelesaian Masalah eFishery dengan Sejumlah Pindar
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa startup yang bergerak di bidang teknologi akuakultur yang kini berada dalam permasalahan yakni eFishery bukan merupakan lembaga jasa keuangan (LJK) yang berizin dan di bawah pengawasannya. Akuakultur adalah kegiatan budidaya hewan atau tumbuhan air, seperti ikan, kerang, udang, rumput laut, dan teripang.
Meski begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya (PVML) OJK Agusman menyatakan pihaknya tetap memfasilitasi pertemuan antara eFishery dengan sejumlah penyelenggara financial technology (fintech) peer to peer (p2p) lending atau pinjaman daring (pindar) untuk menyelesaikan pendanaan yang telah diberikan.
“Saat ini penyelenggara pindar yang bekerja sama dengan eFishery telah menghentikan fasilitas penyaluran pendanaan serta melakukan langkah-langkah evaluasi untuk penyelesaian pendanaan yang telah diberikan,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (10/3/2025).
Pada pertemuan yang telah difasilitasi tersebut, lanjut Agusman, eFishery telah menyampaikan komitmen untuk membantu penyelesaian pendanaan yang masih outstanding sesuai dengan perjanjian kerja sama yang telah disepakati dengan penyelenggara pindar.
Baca Juga
Jadi Startup Aquatech Pertama di Asia, Ini Pencapaian eFishery di Sektor Akuakultur Indonesia
“Dalam penyaluran kredit dan mitigasi risiko. Telah umum dilakukan adanya personal atau corporate guarantee, di mana terdapat pihak tertentu yang memberikan jaminan pembayaran apabila terdapat gagal bayar pihak penerima dana, sebagaimana halnya letter of undertaking (LoU) tersebut,” kata Agusman.
Sekadar informasi, pada Desember 2024 eFishery diduga terlibat skandal manipulasi laporan keuangan. Startup akuakultur ini dilaporkan memiliki dua laporan keuangan sejak 2018; satu untuk penggunaan internal dan satu lagi untuk pihak eksternal. Dalam laporan eksternal, pendapatan dan laba perusahaan ditingkatkan untuk menarik minat investor.
Baca Juga
P2P Lending Masih Jadi Mitra Pembiayaan Utama dari Startup eFishery
Lalu juga ada pemalsuan data operasional, di mana perusahaan mengklaim memiliki lebih dari 400.000 fasilitas pakan, padahal kenyataannya hanya sekitar 24.000. Lagi-lagi, manipulasi angka ini untuk meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor.
Adapula indikasi bahwa dana investasi digunakan untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan strategi bisnis yang disampaikan kepada investor, termasuk kemungkinan penggunaan untuk kepentingan pribadi oleh pendiri perusahaan.

