BFI Finance Catat Kenaikan Laba Jadi Rp 828,9 Miliar, NPF Tetap Rendah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp 828,9 miliar sepanjang semester I-2026. Capaian ini meningkat 8,7% secara tahunan (year on year/yoy).
Presiden Direktur BFI Finance Sutadi mengungkapkan, kinerja yang solid sepanjang semester I-2026 ini tercapai melalui strategi pertumbuhan yang mengedepankan kualitas pembiayaan dan disiplin manajemen risiko. Di tengah dinamika permintaan dan persaingan industri pembiayaan yang masih berlangsung, perseroan berhasil menjaga fundamental bisnis yang kuat sekaligus mencatatkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga
Gelar Buy Back Saham, BFI Finance (BFIN) Siapkan Rp 100 Miliar
"BFI Finance berfokus pada strategi ketahanan bisnis jangka panjang sembari adaptif terhadap berbagai tantangan perubahan pasar serta melakukan langkah antisipatif dalam mengelola risiko," ujar Sutadi dikutip Sabtu (25/7/2026).
Hingga 30 Juni 2026, perseroan juga mencatatkan total aset sebesar Rp 25,1 triliun, sementara piutang pembiayaan yang dikelola (managed receivables) meningkat 3,6% yoy menjadi Rp 26,5 triliun, mencerminkan capaian bisnis yang tetap solid melalui penyaluran pembiayaan selektif dan berkualitas. Kinerja tersebut ditopang oleh konsistensi perseroan dalam menerapkan prinsip kehatihatian pada setiap tahapan pembiayaan.
Sepanjang semester I-2026, BFI Finance membukukan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 10,7 triliun yang didominasi pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun kredit mobil bekas. Perseroan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio guna memastikan performa yang optimal dan bernilai jangka panjang.
Implementasi strategi tersebut tercermin pada kualitas pembiayaan perseroan yang tetap terjaga. Hingga akhir Juni 2026, rasio non-performing financing (NPF) bruto tercatat sebesar 1,55% dan NPF neto sebesar 0,27%, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang masing-masing berada pada level 3,06% dan 0,85%. Perseroan juga mempertahankan rasio pencadangan yang memadai dengan coverage ratio terhadap NPF bruto sebesar 2,63 kali, sementara gearing ratio berada di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator sebesar 10 kali.
Selain menjaga kualitas pembiayaan, BFI Finance juga mencatatkan peningkatan pendapatan menjadi Rp 3,4 triliun, atau tumbuh 3,7% yoy. Raihan total pendapatan dan laba bersih turut menopang profitabilitas perseroan dengan return on assets (RoA) sebesar 8,1% dan return on equity (RoE) sebesar 15,1%, mencerminkan kemampuan perseroan dalam mengelola aset dan permodalan secara optimal.
Pada semester I-2026, BFI Finance juga memperkuat tata kelola perusahaan melalui penyegaran struktur kepengurusan. Perseroan mengangkat Djemi Suhenda dan Abdul Haris Muhammad Rum sebagai komisaris independen, serta menunjuk Amitoaj Singh sebagai direktur manajemen risiko.
Sebagai wujud komitmen untuk terus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham, pada kuartal II-2026 BFI Finance telah merealisasikan pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,036 triliun, atau setara dengan 65,5% dari laba bersih tahun buku 2025.
Baca Juga
Laba BFI Finance (BFIN) Tergerus 14,44% di Kuartal I-2026, Nilainya Segini
Berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa (RUPST&LB) pada 20 Mei 2026, setiap pemegang saham menerima dividen sebesar Rp 70 per lembar saham. Jumlah tersebut mencakup dividen tunai interim sebesar Rp 35 per lembar saham serta dividen tunai final sebesar Rp 35 per lembar saham yang telah dibayarkan masing-masing pada 18 Desember 2025 dan 18 Juni 2026.
Ke depan, BFI Finance akan terus menjaga keseimbangan antara peningkatan bisnis, kualitas pembiayaan, dan penguatan tata kelola perusahaan guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan seluruh konsumen, mitra bisnis, dukungan regulator, para pemegang saham, serta seluruh pemangku kepentingan. Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kinerja yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan," tutur Sutadi.
