Begini Jurus Buana Finance (BBLD) Tekan NPF Jadi 2,61% di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kualitas pembiayaan PT Buana Finance Tbk (BBLD) tercatat menantang sepanjang 2025, tercermin dari pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang berada di level 3,12% pada tahun lalu, meningkat dibanding 2024 yaitu 1,97%. Di tahun ini, perusahaan optimistis bisa menurunkan NPF menjadi 2,61%.
Direktur Pemasaran Buana Finance Herman Lesmana mengungkapkan, penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh tergerusnya kemampuan daya beli masyarakat di 2025.
“Ini memang sejalan dengan tekanan ekonomi yang sangat luar biasa dan juga dampak dari kondisi global. Sebagai contoh, misalnya sudah terasa di 2026 karena kondisi global, terjadi perang sehingga harga bahan bakar juga meningkat dua kali lipat. Ini dampaknya berimplikasi luas sekali,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Public Expose Buana Finance, secara daring, Senin (18/5/2026).
Sehingga pada 2026, lanjut Herman, Buana Finance akan melakukan fragmentasi bisnis secara cerdik dengan mencari celah yang masih berpeluang positif dan minim risiko. Di tahun ini, Buana Finance juga sudah mengukur berbagai risiko yang akan terjadi.
Baca Juga
Prospek Stabil, Buana Finance (BBLD) Raih Peringkat idA- dari Pefindo
“Antara cost of fund (biaya dana) dan cost lending (biaya pinjaman) harus terjaga. Kita punya minimum margin spread supaya hasilnya tidak turun, sambil melakukan efisiensi di beberapa sektor,” katanya.
“Jadi yang kami bidik sekarang ini sangat selektif, karena melihat hasil sebelumnya,” sambung Herman.
Meski begitu, Buana Finance tetap optimistis bisa menekan rasio pembiayaan bermasalah di tahun ini, dengan target NPF gross di level 2,61%. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan pembiayaan berkode saham BBLD ini memiliki sejumlah strategi, salah satunya membenahi loan origination (sistem untuk memproses permohonan kredit).
“Kita pasti akan ada pembenahan dari sisi loan origination dengan melihat kembali parameter-parameter dalam memberikan kredit ke customer kami agar kualitas loan origination kami untuk new disburse dapat terjaga yang dapat membantu menurunkan NPF yang saat ini di per Desember itu 3,12%,” ucap Direktur Keuangan Buana Finance Mariana Setyadi.

