Imbas Ketidakpastian Global, Bank Danamon (BDMN) Bersiap Sesuaikan RBB 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membuka peluang untuk melakukan revisi pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026. Langkah ini diambil guna menyesuaikan arah bisnis perseroan dengan dinamika pasar global teranyar yang penuh ketidakpastian.
Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon Ivan Jaya mengungkapkan bahwa perubahan situasi makro, seperti ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, menjadi salah satu faktor eksternal yang tidak terprediksi saat RBB disusun pada tahun lalu.
"Kami bisa informasikan bahwa tentunya kalau ada RBB, ada revisi pasti akan ada ya karena menyesuaikan kondisi pasar yang ada. Jadi waktu RBB itu dibuat tahun lalu tentunya kita tidak bisa menduga bahwa akan ada perang US-Iran misalnya contohnya kayak gitu. Jadi ada penyesuaian sedikit, namun dari penyesuaian yang ada tentunya kita juga harus melihat bahwa akan ada opportunity atau kesempatan apa kayak gitu ya," ujar Ivan saat ditemui usai acara Media Luncheon - HUT ke-70 Danamon di ASA Menteng, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Baca Juga
Danamon, Prasmul, dan Manulife Luncurkan Ekosistem Perencanaan Pendidikan Anak
Meski melakukan sedikit penyesuaian, Danamon justru melihat dinamika ini sebagai peluang baru. Perseroan kini fokus menggenjot pendapatan dari komisi atau fee-based income untuk melampaui capaian tahun sebelumnya. Hingga kuartal I 2026, strategi ini menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan year on year (yoy) yang signifikan di sejumlah lini produk.
"Dan kami amati bahwa secara year on year beberapa produk kami itu seperti tadi misalnya Forex tumbuh 35%. Bancassurance juga tumbuh sekitar hampir 30%. Dan untuk produk investasi seperti Reksadana dan Bonds karena market-nya volatile juga ada pertumbuhannya di double digit juga. Jadi kami coba untuk manfaatkan dengan mengombinasikan perubahan tersebut dengan adjust dengan situasi yang ada," ungkap Ivan.
Di sisi intermediasi, Danamon mencatatkan performa solid hingga posisi Maret 2026. Secara keseluruhan, penyaluran kredit, termasuk trade finance, tumbuh hampir 10% atau tepatnya 9% secara tahunan menjadi Rp 216 triliun. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami lonjakan sekitar 16% menjadi Rp 176 triliun.
Baca Juga
Danamon (BDMN) Bidik Pertumbuhan Tabungan Valas hingga 60% di Akhir 2026
Menatap sisa tahun ini, Danamon optimistis dapat mempertahankan ritme pertumbuhan tersebut hingga akhir 2026. Target pertumbuhan kredit dan dana dipatok berada di level low double digit.
"Low double digit itu selalu menjadi target kami ya untuk pertumbuhan kredit ya, antara 10 sampai 15%, sedangkan untuk dana pun juga mengikuti," tegas Ivan.
Saat ditanya mengenai kisi-kisi realisasi kinerja semester I 2026, Ivan menyatakan Danamon akan memaparkannya secara resmi dalam agenda paparan publik yang dijadwalkan pada tanggal 30 mendatang.
