Bagikan

Jelang Integrasi Danamon-MUFG Makin Dekat, Asing Agresif Masuk ke Bank Danamon (BDMN)

Poin Penting

UBS tambah kepemilikan BDMN menjadi 164,23 juta saham.
Danamon dan MUFG targetkan integrasi efektif pada 2027.
Aset gabungan berpotensi mencapai Rp477,36 triliun.

JAKARTA, investortrust.idInvestor institusi asing terpantau agresif menambah kepemilikan saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menjelang pengumuman rencana integrasi operasional Danamon dengan MUFG Bank Ltd, Jakarta Branch.

Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BDMN telah melesat lebih dari 88% menjadi Rp 4.700 dalam sebulan terakhir. Pemodal asing juga mencatatkan net buy saham ini mencapai Rp 41,06 miliar dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan daftar 20 besar pemegang saham BDMN, kepemilikan UBS AG London Branch Equities House naik menjadi 164,23 juta saham per 30 April 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,22 juta saham, dibandingkan posisi 160,01 juta saham per 31 Maret 2026.

Baca Juga

Danamon (BDMN) dan MUFG Indonesia Jajaki Integrasi Operasional, Target Efektif pada 2027

Dengan kenaikan tersebut, porsi kepemilikan UBS di BDMN meningkat dari 1,64% menjadi 1,68%. UBS tetap berada di posisi kedua pemegang saham terbesar BDMN setelah MUFG Bank Ltd.

Akumulasi UBS terjadi pada periode yang sama ketika terdapat pembelian bersih atau net foreign buy sebesar Rp 29,71 miliar selama April 2026. Di sisi lain, MUFG Bank Ltd masih menjadi pemegang saham pengendali BDMN dengan kepemilikan 8,94 miliar saham atau setara 91,47%. Posisi MUFG tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.

Pergerakan juga terlihat pada sejumlah pemegang saham lain. Hansel Sosro Saputro menambah kepemilikan dari 8,5 juta saham menjadi 9,62 juta saham, HSBC Ltd-Hong Kong Private Banking Division Account Clients naik dari 7,64 juta saham menjadi 8,68 juta saham. Darwin Sutanto juga menambah kepemilikan dari 7,35 juta saham menjadi 8,27 juta saham.

Pergerakan pemegang saham minoritas itu terjadi sebelum BDMN menyampaikan keterbukaan informasi mengenai rencana integrasi operasional dengan MUFG Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 11 Mei 2026, Danamon mengumumkan telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan MUFG Bank Ltd untuk menjajaki potensi integrasi Danamon dan MUFG Bank Ltd, Jakarta Branch.

Baca Juga

Bank Danamon (BDMN) Catat Laba Rp 1,1 Triliun, Naik 35% Pada kuartal I 2026

Danamon (DNMN) menyatakan integrasi tersebut bertujuan menggabungkan kekuatan, keahlian, serta jaringan global dan nasional kedua entitas. Jika terlaksana, integrasi diharapkan dapat memperkuat layanan keuangan kepada nasabah di Indonesia.

Perseroan menyampaikan struktur integrasi akan dituangkan dalam Rancangan Integrasi. Dokumen tersebut akan diajukan kepada otoritas terkait, diumumkan kepada publik, dan dimintakan persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Danamon juga menyatakan integrasi masih tunduk pada persetujuan otoritas terkait serta pemegang saham. Perseroan memperkirakan integrasi tersebut efektif dalam kurun waktu tahun 2027.

Dampak Integrasi

Integrasi Bank Danamon dengan MUFG ini menarik perhatian pelaku pasar karena melibatkan dua pemain besar di bank KBMI III. Secar hitungan sederhana, integrasi keduanya akan melahirkan bank KBMI IV baru, setelah bertahun-tahun hanya dihuni oleh 4 bank besar.

Secara sederhana, ekuitas gabungan berpotensi mencapai Rp 98,32 triliun. Angka ini berasal dari ekuitas BDMN sebesar Rp54,27 triliun dan MUFG Cabang Indonesia sebesar Rp44,05 triliun.

Baca Juga

Bank Danamon Beberkan Sejumlah Tantangan Bisnis di 2026

Dari sisi total aset, penggabungan keduanya dapat mencapai Rp477,36 triliun, berasal dari aset BDMN sebesar Rp275,71 triliun dan MUFG Cabang Indonesia sebesar Rp201,65 triliun. Pada fungsi intermediasi, kredit gabungan keduanya secara sederhana dapat mencapai Rp265,75 triliun.

Jika turut memasukkan pembiayaan syariah BDMN dan piutang pembiayaan konsumen, total eksposur pembiayaan gabungan dapat meningkat menjadi sekitar Rp314,12 triliun.

Dari sisi pendanaan, total DPK sederhana gabungan berpotensi mencapai Rp226,55 triliun. Sementara dari sisi profitabilitas, laba bersih gabungan secara sederhana dapat mencapai Rp11,13 triliun, atau sekitar Rp10,90 triliun jika menggunakan basis laba bersih BDMN yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024