Premi Asuransi Tumbuh 0,67% Jadi Rp 139,54 Triliun per Mei 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total pendapatan premi asuransi komersial yang terdiri dari asuransi jiwa, serta asuransi umum dan reasuransi tumbuh 0,67% dari Rp 138,61 triliun pada Mei 2025 menjadi Rp 139,54 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun PPDP secara umum tetap stabil dan terjaga,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026 secara daring, Selasa (7/7/2026).
Ia merinci, premi asuransi jiwa tumbuh 5,87% dari Rp 72,53 triliun pada Mei 2025 menjadi Rp 76,79 triliun di periode yang sama tahun ini.
“Serta premi asuransi umum dan reasuransi yang sedikit terkontraksi sebesar 5,03% secara (year on year) dengan nilai sebesar Rp 62,75 triliun,” kata Ogi.
Baca Juga
Meski begitu, lanjut dia, kondisi permodalan industri asuransi masih terjaga di level yang solid. Tercermin dari risk based capital (RBC) asuransi jiwa yang berada di posisi 481,20%, serta RBC asuransi umum dan reasuransi yang berada di angka 319,12% pada Mei 2026.
“Masih di atas threshold sebesar 120%,” ucap Ogi.
Sementara itu, total klaim asuransi komersial per Mei 2026 tercatat Rp 91,79 triliun atau meningkat 8,54% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 84,57 triliun. Dari sisi total aset. Asuransi komersial mencatatkan nilai aset Rp 977,81 triliun atau naik 4,05% (yoy).
Baca Juga
OJK Minta Industri Asuransi Bebenah Diri untuk Perbaiki Persoalan di Lini Kesehatan
Kinerja Asuransi Non Komersial
Dari sisi asuransi non komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan; serta Program Asuransi di ASN, TNI, dan Polri, terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), mencatatkan total aset Rp 219,23 triliun pada Mei 2026. “Atau terkontraksi sebesar 2,07% (yoy),” ujar Ogi.
Jika dirinci, nilai premi asuransi non komersial mencapai Rp 83,52 triliun atau tumbuh 6,32% (yoy). Sementara total klaimnya sebesar Rp 86,47 triliun atau meningkat 8,27% (yoy).
