Industri Dapen Catat Kinerja Positif, OJK Dorong Perluasan Kepesertaan dan Penguatan Investasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri dana pensiun (dapen) mencatatkan kinerja positif per April 2026, ditandai dengan pertumbuhan iuran, investasi, dan jumlah peserta.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2026 mencatat, total iuran dapen gabungan mencapai Rp 53,24 triliun atau tumbuh 8,62% secara year on year (yoy). Sementara, pembayaran manfaat tercatat Rp 41,43 triliun, meningkat 18,01% (yoy).
Jumlah peserta dapen juga terus bertambah menjadi 30,11 juta peserta atau meningkat 3,80% (yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan industri di tengah dinamika perekonomian serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya program pensiun.
“Meskipun tantangan perluasan kepesertaan masih perlu terus menjadi perhatian,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Senin (6/7/2026).
Baca Juga
Berkat Reformasi yang Dilakukan OJK, Sektor Asuransi dan Dapen Nasional Diapresiasi OECD
Dari sisi investasi, total investasi dapen mencapai Rp 1.617,44 triliun atau tumbuh 9,21% (yoy). Portofolio investasi masih didominasi oleh Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 1.041 triliun atau sekitar 64,41% dari total investasi.
Selanjutnya, penempatan pada deposito dan tabungan mencapai Rp 225,71 triliun atau menggenggam pangsa 13,95%.
“Komposisi tersebut menunjukkan preferensi industri terhadap instrumen yang relatif aman dan sesuai dengan karakteristik liabilitas jangka panjang dana pensiun,” kata Ogi.
Baca Juga
OJK Beberkan Tantangan Industri Dapen, Mulai dari Tekanan Geopolitik Hingga Potensi Kenaikan Inflasi
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa industri tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan investasi, mulai dari volatilitas pasar keuangan, dinamika suku bunga, hingga ketidakpastian akibat kondisi geopolitik global.
Selain itu, kenaikan BI Rate juga diperkirakan akan mempengaruhi strategi investasi dapen, khususnya pada portofolio pendapatan tetap dan instrumen pasar uang.
“Namun demikian, SBN diperkirakan tetap menjadi instrumen utama pilihan industri karena memberikan kombinasi antara keamanan, likuiditas, dan kesesuaian dengan kebutuhan investasi jangka panjang dana pensiun,” ucap Ogi.
