Tenor KPR Subsidi Diperpanjang Jadi 40 Tahun, Bunga Kredit Rusun Dipatok 6%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Komite Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) menyetujui perpanjangan tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi maksimal 40 tahun.
Selain itu, Komite Tapera juga menetapkan bunga KPR rumah subsidi tapak tetap dipertahankan sebesar 5%, sementara bunga KPR rumah susun (rusun) subsidi ditetapkan 6%.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sekaligus Ketua Komite Tapera, Maruarar Sirait menegaskan, keputusan tersebut diambil untuk mendukung program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo Subianto.
"Komite menyetujui untuk (KPR FLPP tenor) 40 tahun bisa dijalankan. Yang sesuai arahan presiden dan mendukung penuh arahan presiden, kita buat skema-skema yang bisa dijalankan, baik dan bermanfaat bagi rakyat serta bagi perbankan," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, usai rapat Komite Tapera di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga
Meski BI Rate Naik ke 5,75%, Menteri Ara Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap 5%
Maruarar menambahkan, bunga KPR rumah subsidi tapak tetap sebesar 5% meski adanya kenaikan BI Rate di level 5,75%.
"Kita putuskan bunga untuk rumah subsidi tapak tetap 5%. Jadi kita konsisten bagaimana program arahan Presiden Prabowo, rumah subsidi tetap bunganya 5%. Tadi tenornya bisa 40 tahun, kemudian juga yang kedua tadi adalah soal bunganya tetap 5%," ujarnya.
Selain itu, Komite Tapera juga menetapkan bunga KPR untuk rusun subsidi sebesar 6%. "Dan Bapak Presiden sudah memberikan BPHTB gratis, PBG gratis. Yang ketiga, (bunga KPR) rusun subsidi 6%," tambah Maruarar.
Pada kesempatan yang sama, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, mengatakan bahwa sejumlah keputusan tersebut diperlukan untuk mempercepat penyaluran pembiayaan KPR FLPP, khususnya rumah susun.
"Saat ini tadi kan memang sudah diputuskan ya, beberapa keputusan krusial yang diperlukan oleh Tapera, agar bisa segera menyalurkan pembiayaan untuk rusun dengan skema subsidi FLPP," tutur Heru.
Dikatakan Heru, bunga KPR rusun subsidi ditetapkan sebesar 6% untuk memberikan insentif kepada bank-bank penyalur. "Kemudian khusus untuk rusun, suku bunganya disesuaikan 6%, supaya ini juga menjadi insentif bagi bank penyalur, karena risikonya lebih tinggi kalau untuk rusun dan harga unitnya lebih tinggi dibanding rumah tapak," terangnya.
Heru juga menyampaikan usulan perluasan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk rusun subsidi. Saat ini, pembebasan PPN untuk hunian FLPP berlaku pada luas bangunan 21 meter persegi hingga 36 meter persegi (tipe 21 - tipe 36).
"Tadi ada kesepakatan juga, disetujui untuk perluasan rumah, rumah susun terutama, sampai tipe 45, sehingga ini perlu disesuaikan PPN DTP-nya," katanya.
Baca Juga
125 Ribu Debitur BRI Telah Nikmati KPR Subsidi Rp 17,13 Triliun
Selain itu, BP Tapera juga mengusulkan penyesuaian batas harga hunian yang mendapatkan fasilitas pembebasan PPN karena harga rusun terbaru dinilai belum terakomodasi dalam Keputusan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kepmen PKP) Nomor 23 Tahun 2026.
Terkait aturan pelaksanaannya, Heru menambahkan, Kepmen mengenai tenor KPR FLPP 40 tahun masih dalam tahap finalisasi di Kementerian PKP.
"Kalau Kepmen-nya, saat ini sedang dalam proses penyesuaian di Kementerian PKP, yang tadinya kan hanya 30 tahun. Saat ini sedang proses finalisasi untuk disesuaikan 40 tahun," ungkap Heru.
Ia juga menuturkan, penyesuaian juga akan dilakukan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) karena ketentuan yang berlaku saat ini masih mengatur tenor FLPP maksimal 20 tahun. "Sehingga perlu disesuaikan juga kebutuhan Kementerian Keuangan, yang dari 20 tahun jadi 40 tahun, tapi Pak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) sudah setuju," tegas Heru.
Menurut Heru, penyesuaian Kepmen PKP itu juga mencakup penerapan bunga KPR rusun subsidi sebesar 6%. Di sisi lain, BP Tapera telah menyiapkan kuota 350.000 KPR FLPP tahun ini dan akan berkoordinasi dengan perbankan serta pengembang untuk mempercepat realisasinya.
Adapun realisasi KPR FLPP hingga 24 Juni 2026 tembus di atas 80.000 unit rumah. "Tadi sudah saya sampaikan laporannya ya, realisasi (KPR FLPP) hingga hari ini sudah di 81.600 (unit) atau sekitar 23,22% gitu. Kemudian yang sudah akad, itu diangka 21.000 (unit) lebih," kata Heru.
