OJK Sebut BOPO Industri Modal Ventura Membaik, tapi Efisiensi Masih Perlu Ditingkatkan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) industri modal ventura mengalami perbaikan pada April 2026. Meski begitu, level BOPO masih relatif tinggi sehingga efisiensi operasional tetap menjadi perhatian utama.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, BOPO industri modal ventura pada April 2026 tercatat sebesar 97,63%.
“Menunjukkan perbaikan dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar 98,03%,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, dikutip Kamis (11/6/2026).
Baca Juga
Industri Modal Ventura Bukukan Laba Rp 52,6 Miliar pada Januari 2026
Agusman menjelaskan, tingginya BOPO antara lain dipengaruhi oleh modal bisnis perusahaan modal ventura berbasis penyertaan modal atau venture capital company (VCC). Pada model ini, pendapatan operasional tidak selalu tercatat rutin setiap bulan karena bergantung pada realisasi keuntungan investasi, sementara beban operasional tetap berjalan.
Untuk menekan BOPO ke depan, OJK mendorong pelaku industri melakukan berbagai langkah efisiensi. Ia menyebut, peningkatan efisiensi operasional, penguatan pengelolaan pembiayaan, dan optimalisasi proses bisnis menjadi strategi utama yang perlu dijalankan.
Baca Juga
OJK Perkuat Integritas Industri Pembiayaan dan Modal Ventura Lewat Assessor Summit 2026
“Serta peningkatan efektivita penagihan khususnya bagi PMV (perusahaan modal ventura) yang menjalankan kegiatan pembiayaan berbasis utang (VDC/venture debt company) dengan tetap memperhatikan pelindungan konsumen,” kata Agusman.
