BOPO Turun Jadi 88,42%, Efisiensi Bank Woori Saudara Makin Kuat
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS mencatatkan peningkatan efisiensi operasional pada semester I-2026. Perbaikan tersebut tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang turun menjadi 88,42%.
Penurunan BOPO berjalan seiring dengan lonjakan laba bersih BWS. Berdasarkan laporan keuangan publikasi perseroan, laba bersih Bank Woori Saudara mencapai Rp594,09 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp82,67 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, laba bersih BWS melonjak sekitar 619% secara tahunan.
Baca Juga
Kolaborasi dengan Grab Bakal Dongkrak Prospek Bisnis Bank Woori Saudara (BWS)
Rasio BOPO BWS membaik 6,50 poin persentase dibandingkan posisi Juni 2025. Efisiensi juga tercermin dari Cost to Income Ratio (CIR) yang turun menjadi 68,03% dari sebelumnya 80,16%. Perbaikan tersebut didukung oleh penurunan sejumlah komponen biaya. Beban bunga BWS turun 15,45% secara tahunan menjadi Rp942,47 miliar dari Rp1,11 triliun.
Efisiensi biaya turut mendorong laba operasional BWS tumbuh 112,33% menjadi Rp233,80 miliar pada semester I-2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba operasional perseroan tercatat Rp110,11 miliar. Analis Ajaib Sekuritas Alvin Timothy menilai, penurunan BOPO dan CIR menjadi sinyal positif terhadap kemampuan BWS dalam mengelola struktur biaya dan meningkatkan produktivitas.
Baca Juga
IHSG Terjungkal 1,15% Usai MSCI Review, Saham Apa Saja Jadi Penekan?
Menurut dia, perbaikan kedua rasio tersebut menunjukkan perseroan semakin efisien dalam mengonversi pendapatan menjadi laba sekaligus menjaga disiplin biaya di tengah dinamika industri perbankan. “Penurunan BOPO hingga di bawah 90% menunjukkan bahwa perbaikan kinerja BWS tidak hanya bertumpu pada pendapatan, tetapi juga ditopang oleh pengendalian biaya yang semakin baik. Tren ini perlu dijaga melalui optimalisasi proses bisnis dan peningkatan produktivitas agar dapat memperkuat profitabilitas serta membuka ruang pertumbuhan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi intermediasi, Bank Woori Saudara membukukan penyaluran kredit sebesar Rp40,34 triliun hingga akhir Juni 2026. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp29,46 triliun. Penghimpunan dana murah melalui giro dan tabungan atau CASA meningkat 7,49% menjadi Rp8,46 triliun dari Rp7,87 triliun pada Desember 2025. Pertumbuhan CASA tersebut mendorong rasio CASA terhadap DPK meningkat menjadi sekitar 28,72% dari sebelumnya 23,11%.
Profitabilitas Meningkat
Selain efisiensi, indikator profitabilitas BWS juga menunjukkan perbaikan pada semester I-2026. Return on Assets (ROA) meningkat menjadi 0,87% dari 0,38%. Sementara itu, Return on Equity (ROE) naik menjadi 11,52% dari sebelumnya 1,43%.
Baca Juga
BWS Dorong Transaksi Ritel Digital, Kolaborasi dengan OVO, GoPay, dan DANA
Perbaikan efisiensi, pertumbuhan laba, peningkatan CASA, serta membaiknya indikator profitabilitas menjadi gambaran penguatan kinerja Bank Woori Saudara pada semester I-2026.
Menurut Alvin, efisiensi yang semakin kuat dapat memberikan ruang bagi BWS untuk mengalokasikan sumber daya secara lebih optimal, termasuk untuk mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, dan mengembangkan bisnis secara selektif.

