Rupiah Melemah Tembus Rp 15.738/US$ Seiring Perang Palestina-Israel
JAKARTA, Investortrust.id - Kurs rupiah melemah karena penguatan dolar Amerika Serikat yang didukung status safe haven, seiring perang yang terjadi antara Palestina melawan Israel. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/10/2023) ini, mata uang rupiah melemah sebesar 46 poin atau 0,30 persen menembus Rp 15.738 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya Rp 15.692 per dolar AS.
“Namun, kenaikan dolar AS terbatas setelah komentar dovish dari beberapa pejabat The Fed (terkait potensi tidak adanya kenaikan suku bunga acuan AS). Militer Israel pada Selasa pagi mengumumkan bahwa lebih dari 200 sasaran diserang semalam di Gaza, saat negara itu menanggapi serangan akhir pekan lalu yang dilakukan oleh Palestina melalui Hamas,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (10/10/2023), sebagaimana dirilis Antara.
Menurut dia, pasar bersiap melihat dampak perang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah tersebut yang telah menewaskan lebih dari 1.500 orang. Kendati demikian, lanjut dia, penguatan dolar AS turut dibatasi aksi jual obligasi AS baru-baru ini yang mungkin mengurangi kebutuhan untuk kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS lebih lanjut.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 10-Tahun Turun Jelang Rilis Data Ketenagakerjaan
Tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS turut mengalami penurunan. Yield obligasi tenor 10 tahun turun dari kisaran 4,8 persen ke 4,6 persen.
“Ada sejumlah pejabat The Fed yang akan menyampaikan pidato pada Selasa malam menjelang rilis risalah pertemuan kebijakan moneter September 2023 pada Rabu (11/10/2023). Kemudian, data CPI (Consumer Price Index) AS akan dirilis pada hari Kamis (12/10/2023),” ucap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Selasa ini rercatat melemah ke posisi Rp15.708 per dolar AS, dari hari sebelumnya Rp 15.675 per dolar AS.
Baca Juga
Presiden Jokowi Desak Penghentian Kekerasan dalam Konflik Israel-Palestina
