Bantu Masyarakat Antisipasi Lonjakan Biaya Kesehatan, Allianz Rilis Produk Asuransi Kesehatan Teranyar
JAKARTA, investortrust.id - Risiko finansial akibat masalah kesehatan masih menjadi kendala utama dalam menyusun rencana keuangan rumah tangga. Terlebih, biaya layanan medis setiap tahun yang terus meningkat juga berpotensi mengganggu alokasi dana yang disiapkan keluarga.
Menyikapi situasi tersebut, PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) meluncurkan produk terbaru yaitu Allianz Preferred Medical dan AlliSya Preferred Medical (APM). Produk ini dirancang menjadi solusi perlindungan kesehatan esensial untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan tarif medis.
“Di tengah banyaknya ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari, Allianz ingin menghadirkan satu hal yang dapat diandalkan oleh nasabah, yaitu perlindungan kesehatan dengan peningkatan premi yang lebih stabil dan terukur,” ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Senin (27/4/2026).
Baca Juga
Pasca Lebaran, 3 Klaim Kesehatan Ini Jadi yang Tertinggi di Allianz
Melalui APM, ia berharap nasabah dapat mempertahankan proteksi kesehatannya secara berkelanjutan. Dengan mengendalikan kenaikan biaya secara hati-hati sejak dini, perlindungan ini tetap terjangkau hingga masa tua, saat layanan kesehatan paling dibutuhkan.
Sementara itu, Direktur Utama Allianz Syariah Elmie A Najas mengatakan, APM adalah wujud komitmen pihaknya untuk memberikan ketenangan di tengah tekanan biaya kesehatan.
“Kami memahami kesulitan yang dihadapi nasabah dan ingin memberikan solusi yang sejalan dengan prinsip maqasid syariah, yakni menjaga jiwa dan kesehatan untuk masa depan yang lebih terencana,” katanya.
Produk APM sendiri menawarkan tiga pilihan plan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, yaitu plan standar, plan extra, dan plan premier dengan cakupan wilayah pertanggungan hingga Asia dan Australia. Khusus untuk plan extra dan plan premier, tersedia opsi tanggungan sendiri (deductible) guna menekan potensi perawatan berlebih (overtreatment), dan penggunaan fasilitas yang tak perlu (over utilisation). Fitur ini diharapkan membantu stabilitas kenaikan premi atau iuran di masa mendatang.
Produk ini juga memberikan akses ke jaringan rumah sakit mitra pilihan (preferred hospital network) yang menawarkan layanan kesehatan bermutu dan terjamin, sehingga nasabah bisa memperoleh pengobatan yang diperlukan tanpa kesulitan.
Baca Juga
Allianz Life Borong 10 Penghargaan Best Unit Link Awards 2026
Selain itu, APM menyediakan batas manfaat tahunan tambahan (double annual limit) khusus untuk tiga penyakit seperti kanker invasif, stroke, dan serangan jantung tahap lanjut. Dengan manfaat ekstra ini, nasabah bisa menjalani perawatan lebih lengkap tanpa terlalu dibebani biaya, sehingga fokus pada pemulihan.
Tak hanya itu, produk ini juga memberi manfaat tambahan rawat jalan bagi penyakit demam berdarah dan/atau tifus. Bila dokter merekomendasikan rawat jalan tanpa perlu dirawat inap, nasabah tetap mendapat perlindungan dari APM.
Dari waktu ke waktu, lonjakan biaya medis terus meningkat. Berdasarkan data teranyar dari laporan Health Trends 2026 yang dirilis Mercer Marsh Benefits (MMB), lonjakan biaya medis di Asia diprediksi mencapai 12,5%, sementara di Indonesia angkanya jauh lebih tinggi yaitu 17,8%. Angka ini melampaui perkiraan inflasi umum yang hanya 2,5%.
Salah satu pemicu utama adalah tingginya inflasi medis dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan MMB yang sama, inflasi medis di Indonesia pada 2024 tercatat 15,9% dan meningkat menjadi 17,9% pada 2025. Kondisi ini menggambarkan beban biaya yang kian berat bagi sistem kesehatan dan perlindungan masyarakat.

