KBI Bangun Ekosistem Hijau dan Bikin Petani Naik Kelas, Ini Caranya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), perusahaan kliring penjaminan dan penyelesaian transaksi perdagangan berjangka dan pasar fisik komoditas yang tergabung dalam Holding BUMN Danareksa, menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sepanjang 2025 untuk mendorong pertanian berkelanjutan, memperkuat produktivitas komoditas resi gudang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
KBI menempatkan program TJSL sebagai bagian yang terintegrasi dengan model bisnis. Fokus utama diarahkan pada pemberdayaan petani, penguatan rantai pasok komoditas strategis, pendidikan, dan dukungan sosial bagi masyarakat di berbagai daerah.
“Program ini menjadi wujud komitmen KBI dalam mendorong penerapan praktik pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai daerah,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KBI Adiyasa Suhadibroto dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).
Melalui pendekatan terintegrasi, KBI yang juga berperan sebagai pusat registrasi sistem resi gudang (pusreg) tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi membangun ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut dirancang agar program TJSL memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi pelaku usaha komoditas.
Baca Juga
Bank Muamalat dan KBI Perkuat Ekosistem Perdagangan Fisik Emas Secara Digital
Komitmen pada sektor pertanian berkelanjutan diwujudkan melalui program rolling fund pembudidayaan komoditas kedelai. Setelah pelaksanaan batch II bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Asosiasi Masyarakat Kedelai Lokal Nusantara (Asmakara), sebanyak 73 petani binaan mencatatkan peningkatan hasil panen sebesar 43,48% dari 9 ton menjadi 21 ton, disertai kenaikan mutu produksi sebesar 28,45%.
Keberhasilan tersebut mendorong KBI untuk melanjutkan program ke batch III. Program lanjutan ini diarahkan untuk memperkuat rantai pasok kedelai lokal di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, serta Kecamatan Karangwuni, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas dalam negeri.
Selain kedelai, KBI juga melanjutkan komitmen reforestasi dan pengembangan komoditas berkelanjutan melalui penanaman benih kopi batch II di Garut. Program ini dilaksanakan bersama Yayasan Tanah Air Semesta, organisasi yang bergerak di bidang reforestasi, agroforestri, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, serta menjadi bagian dari ekosistem Klasik Beans Kopi.
Reforestasi Kopi
Inisiatif reforestasi kopi tersebut merupakan kelanjutan dari program jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem kopi yang lestari dan bernilai ekonomi tinggi. Pada 2024, KBI telah menginisiasi penanaman 500 pohon kopi dan tanaman endemik yang direalisasikan pada awal 2025 bersama petani binaan yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan dan tim Yayasan Tanah Air Semesta. Pada awal Desember 2025, perusahaan kembali menanam 600 benih pohon kopi dan endemik dalam program batch II.
Program reforestasi ini difokuskan untuk mendorong kopi sebagai komoditas resi gudang, yaitu sistem penyimpanan komoditas di gudang terstandar yang memungkinkan petani memperoleh akses pembiayaan dan pengelolaan harga yang lebih baik. Melalui skema ini, nilai tambah komoditas diharapkan meningkat seiring dengan perbaikan kesejahteraan petani dan terjaganya kelestarian lingkungan.
Adiyasa menegaskan bahwa seluruh program tersebut dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang perusahaan. “Dukungan kepada petani penggarap kedelai dan kopi adalah investasi kami untuk ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Seluruh inisiatif TJSL KBI dijalankan melalui pendekatan kolaboratif bersama petani penggarap di lahan eksisting tanpa melibatkan perluasan lahan baru. Pendekatan ini dimaksudkan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus memperkuat praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Baca Juga
Di luar sektor pertanian, KBI juga terlibat dalam aksi kemanusiaan untuk merespons bencana alam. Melalui sinergi yang diinisiasi oleh PT Danareksa (Persero) bersama 13 anak perusahaan, Holding BUMN Danareksa menyalurkan 5 ton beras dan paket sembako kepada 18.500 kepala keluarga yang terdampak banjir bandang di wilayah sekitar Kawasan Industri Medan.
Distribusi bantuan difokuskan ke Kelurahan Tangkahan, Kelurahan Mabar Hilir, Kelurahan Titipapan, Desa Pematang Johar, dan Desa Saentis. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi darurat sekaligus memperkuat peran BUMN dalam memberikan manfaat sosial.
“Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memantau dan mendampingi pelaksanaan program-program ini agar dampaknya dapat dirasakan secara luas dan berkesinambungan,” ujar Adiyasa.
Dari sisi kinerja, hingga November 2025 KBI mencatatkan pertumbuhan volume transaksi multilateral sebesar 24% dan transaksi bilateral sebesar 22% secara tahunan. Sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang, perusahaan juga mencatatkan 35.767 ton komoditas yang terdaftar di gudang resi gudang di seluruh Indonesia.

