RRT, Jepang, dan Korsel Sepakati Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id — RRT, Jepang, dan Korsel menyepakati kerja sama pengembangan kendaraan listrik dengan ASEAN. Kendaraan ramah lingkungan ini penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Kesepakatan itu tercapai dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Plus Three, yakni dengan mitra utama ASEAN dari Asia Timur RRT, Jepang, dan Korea Selatan. KTT ini merupakan rangkaian KTT Ke-43 ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia di ASEAN 2023, yang berlangsung di Jakarta, 5-7 September.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menjelaskan, KTT ASEAN Plus Three menyetujui kerja sama pembangunan ekosistem kendaraan listrik di kawasan, lewat kesepakatan "ASEAN Plus Three Leaders Statement on Developing Electric Vehicle Ecosystem". “Ini merupakan implementasi kesepakatan ASEAN sebelumnya, di KTT Ke-42, di mana para pemimpin ASEAN telah menyepakati pembangunan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pada KTT ASEAN Plus Three, kini, mendapatkan dukungan kerja sama plus three-nya (Jepang, RRT, dan Korsel)," papar Retno.
Baca Juga
Saat Mobil Listrik Sudah Sangat Banyak, Tak Perlu Menambang! Kok Bisa?
Pada kesempatan terpisah, saat membuka KTT Ke-26 ASEAN Plus Three di Jakarta, 6 September 2023, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Asean bersama tiga mitra Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok selama lebih dari tiga dekade telah bekerja sama dan membuahkan banyak hasil. Kerja sama tersebut menjadi motor pertumbuhan di Benua Kuning yang sama-sama ditinggali.
“Namun kita tidak boleh cepat berpuas diri. Kerja sama harus ditingkatkan, termasuk dengan menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, dengan terus menghormati hukum internasional,” kata Kepala Negara RI.
Tampak hadir langsung dalam KTT ASEAN Plus Three adalah Presiden Korsel Yoon Suk Yeol dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. Sedangkan Presiden RRT Xi Jinping tidak datang, namun mengirimkan wakil, Perdana Menteri (PM) Tiongkok Li Qiang.
Poin Penting
Adapun poin-poin pentingnya sebagai berikut.
1. Mempromosikan pengembangan kendaraan listrik yang merupakan salah satu jalur penting negara-negara ASEAN Plus Three dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, mempercepat transisi energi yang berkeadilan, dan mencapai emisi bersih/netralitas karbon melalui berbagai jalur, sekaligus meningkatkan keamanan energi masing-masing negara ASEAN Plus Three.
2. Mendukung pengembangan dan pertukaran informasi ekosistem kendaraan listrik regional yang menjadikan adopsi kendaraan listrik bersamaan dengan penurunan emisi sektor ketenagalistrikan, melalui berbagai teknologi.
3. Mendorong harmonisasi peraturan regional dan langkah-langkah untuk meningkatkan kerja sama standar ekosistem kendaraan listrik untuk memperkuat rantai nilai industri kendaraan listrik, mendorong fasilitasi perdagangan, dan memastikan interoperabilitas dan mobilitas lintas batas yang lancar, khususnya berbasis pelatihan dan sertifikasi berdasarkan standar internasional, termasuk namun tidak terbatas pada penilaian pengujian kinerja kendaraan, teknologi, standar keselamatan serta perlindungan risiko kebakaran, spesifikasi produk, infrastruktur, stasiun pengisian, pertukaran baterai, distribusi listrik baterai, daur ulang pembuangan akhir masa pakai, serta daur ulang atau pembuangan baterai dan komponen EV.
4. Mendukung ASEAN untuk memainkan peran penting dalam produksi global industri kendaraan listrik termasuk baterai untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang kuat.
5. Menjajaki kerja sama dan kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Ini seperti mendorong liberalisasi dan fasilitasi perdagangan; peningkatan infrastruktur dan stasiun pengisian; menciptakan lingkungan usaha dan iklim investasi yang mendukung untuk menarik investasi, termasuk kemitraan pemerintah-swasta; meningkatkan partisipasi UMKM; melakukan kerja sama dalam kegiatan penelitian dan pengembangan serta pengembangan sumber daya manusia; kerja sama di bidang-bidang mutakhir seperti teknologi informasi (TI), sistem transportasi cerdas (ITS), dan inovasi teknologi mobilitas; mempromosikan peluang investasi dalam pengembangan industri dan rantai pasokan kendaraan listrik serta meningkatkan kesadaran masyarakat. Selain itu, mendorong transfer teknologi melalui kerja sama dengan produsen kendaraan listrik dan baterai internasional; mengelola dampak lingkungan dengan baik terutama yang terkait dengan pengelolaan kendaraan listrik yang habis masa pakainya serta ekstraksi mineral dan logam yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik; memperkuat ketahanan energi; mempromosikan penggunaan energi terbarukan di sektor mobilitas; menciptakan kebijakan yang adil dan efektif mengenai kelancaran transisi untuk secara bertahap mengganti kendaraan bermesin pembakaran internal konvensional menjadi kendaraan tanpa emisi; sambil memajukan dekarbonisasi kendaraan bermesin pembakaran internal; membangun rantai pasokan kendaraan listrik yang lebih tangguh, dan menangani agenda pembiayaan yang akan mendukung pengembangan kendaraan listrik, termasuk pembiayaan transisi.
6. Mempromosikan kerja sama, kemitraan, dan keterlibatan dengan sektor swasta untuk memajukan ekosistem kendaraan listrik regional.

