VKTR dan Pertamina Power Teken Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan perdagangan besar kendaraan listrik dan suku cadang milik Bakrie Group, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menjalin kerja sama pengembangan fasilitas Mobility as a Service dengan anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pertamina Power Indonesia (PPI).
Head of Corporate Secretary PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Indah Permatasari Saugi mengatakan, kerja sama ini ditandatangani oleh kedua pihak di Jakarta, pada tanggal 15 Maret 2024.
“Perjanjian ini merupakan langkah awal kemitraan strategis terkait pengembangan fasilitas Mobility as a Service dengan PPI,” ulas Indah dikutip dari laporan keterbukaan informasi yang dilansir, Selasa (19/3/2024).
Baca Juga
Hari Ini, Mandiri Sekuritas Jagokan Saham BREN, ASSA, dan VKTR
Kerja sama ini memungkinkan kedia pihak melakukan kegiatan usaha di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan termasuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan baterai melalui perusahaan patungan ke depannya.
Dengan ditandatanganinya perjanjian, Manajemen VKTR berharap dapat berdampak pada potensi penambahan pendapatan dan laba Perseroan ke depannya.
“Sampai dengan tanggal Keterbukaan Informasi ini disampaikan, informasi material ini tidak memiliki dampak terhadap kegiatan hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,” ujarnya.
Baca Juga
Menhub Dukung Pembangunan Fasilitas Kendaraan Listrik Milik VKTR
Terkait kinerja, VKTR berhasil merangkum pendapatan bersih sebesar Rp 1,062 triliun sepanjang 2023. Sedangkan total aset meningkat sebesar 62% menjadi Rp 1,66 triliun, dibanding tahun 2022 sebesar Rp 1,03 triliun.
Direktur Utama VKTR, Gilarsi W Setijono, menyatakan, pendapatan bersih sedikit terkoreksi dibanding tahun 2022 sebesar Rp 1.071 milia. “Penyesuaian ini sebagian besar disebabkan oleh pergeseran pembelian bus oleh sektor pemerintah, yang diperkirakan akan pulih dalam periode berikutnya,” kata Gilarsi dalam keterangannya, Jumat (8/3/2024).
Sementara kenaikan aset VKTR sebagian besar disebabkan oleh penerimaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) pada pertengahan 2023.
Adapun total kewajiban berkurang sebesar 31% menjadi Rp 521 miliar pada 2023 dari tahun 2022 sebesar Rp 758 miliar, terutama karena penurunan signifikan dalam total liabilitas jangka pendek.

